hero
(Polisi Inggris berjaga di seluruh jalanan. (AP)

EDITOR : REZA ADITYA

24 Mei 2017, 13:15 WIB

INGGRIS

Perdana Menteri Inggris Theresa May meningkatkan status keamanan negaranya dari siaga  teror ke level kritis pasca-ledakan di Manchester Arena. Dia bahkan mengerahkan seluruh pasukannya, tentara dan polisi di setiap jalan serta tempat krusial di Inggris.

"Ini dilakukan karena kami tidak bisa mengabaikan bahwa ada kelompok yang lebih besar dari individu terkait serangan di Manchester Arena," kata May, seperti dilansir Telegraph, Selasa, 23 Mei 2017 waktu setempat."

Polisi militer Inggris berjaga antisipasi teror. (MIRROR)

 

Sebanyak 5.000 pasukan diperintahkan May mengamankan Negeri Raja itu. Mereka diminta menyisir setiap kota dan pusat keramaian. Termasuk arena konser.

Untuk pertama kalinya dalam 10 tahun terakhir, Perdana Menteri Inggris menilai bahwa insiden di Manchester Arena masuk dalam kategori ancaman dengan risiko tinggi.

Inggris terakhir kali menetapkan status kritis pada tahun 2007. Pada saat itu, Inggris mendapat dua ancaman teror. Pertama, pada 29 Juni 2007, polisi Inggris menemukan dua bom mobil di London. Beruntung saat ditemukan, bom itu belum sempat meledak.

Kepolisian Manchester yang sedang berjaga dari ancaman teror. (INDEPENDENT)

 

Satu hari setelah temuan bom mobil itu, sebuah Jeep Cherokee yang dikemudikan jaringan teroris menabrak pintu kaca Bandar Udara Internasional Glasgow. Jeep itu membawa bahan kimia dan meledak di depan pintu masuk lapangan terbang.

Beruntung tidak ada korban tewas dalam insiden itu. Pelaku teror itu diketahui terkait dengan kelompok teror ekstremis Islam. Inggris menetapkan negaranya dalam keadaan kritis selama beberapa hari pasca-kejadian itu.

TELEGRAPH | EXPRESS

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments