EDITOR : FIRZA ARIFIEN

23 Mei 2017, 13:30 WIB

INGGRIS

Kepanikan langsung terjadi sesaat setelah bom meledak di luar gedung konser Ariana Grande di Inggris, Senin malam, 22 Mei 2017. Saat itu, Ariana baru meninggalkan panggung Manchester Arena yang menjadi salah satu lokasi rangkaian tur dunianya yang bertajuk 'Dangerous Woman Tour'. Ajang bertemu sang bintang pujaan pun berakhir menjadi mimpi buruk bagi penonton konser.

Dalam sebuah video amatir yang beredar, penonton konser langsung berlarian untuk menyelamatkan diri. Sejauh ini diketahui 19 orang tewas, 50 orang terluka, dan beberapa orang dinyatakan hilang.

Selain kepanikan di lokasi konser, beberapa orang mencari anggota keluarga yang hilang melalui media sosial. Berharap orang yang mereka cintai bisa diketahui keberadaanya usai tragedi tersebut. 

Tagar #ManchesterMissing pun langsung merebak di media sosial. Foto-foto diunggah oleh pemilik akun medsos agar segera bisa mendengar kabar dari anggota keluarga mereka.

Menurut Kepolisian Manchester, sedikitnya 50 anak dibawa keluar dari lokasi konser dan diamankan di hotel Holiday Inn. Polisi kemudian mengumumkan nomor kontak darurat bagi mereka yang membutuhkan informasi lebih lanjut.

Seorang perempuan bernama Paula Robinson turut membantu polisi menjaga anak-anak penonton konser Ariana Grande, yang telah dibawa ke hotel Holiday Inn. Paula juga mengumumkan nomor kontak pribadinya agar orang tua yang merasa kehilangan anak bisa segera menghubunginya.

Beberapa anak yang sempat diumumkan hilang oleh orang tua mereka di media sosial, akhirnya dapat ditemukan. Salah satunya, anak perempuan berusia 6 tahun yang sempat dicari oleh pemilik akun Twitter @charhalll. 

Usai tragedi ini, beberapa warga Manchester juga menawarkan rumah mereka bagi penonton konser yang membutuhkan tempat tinggal sementara. Mereka menyebarkan hashtag #RoomForManchester di media sosial.

Kepala Kepolisian Manchester Ian Hopkins menyebut jika mereka yang terluka sudah dibawa ke rumah sakit. Total terdapat enam rumah sakit di Manchester yang digunakan untuk merawat para korban luka.

Seorang polisi perempuan menenangkan anak pascaledakan di Manchester Arena, Inggris, Senin, 22 Mei 2017. (DAILY MAIL)

Jane Baynes menjadi salah satu korban selamat dalam tragedi ini. Remaja berusia 18 tahun itu menuturkan bagaimana paniknya para penonton konser setelah ledakan terjadi.

"Saat itu terdengar ledakan sangat keras dan aku melihat seperti ada cahaya berkelebat dengan cepat. Aku lalu mendengar suara alarm dan langsung berlari menyelamatkan diri," ungkap Jane Baynes.

Penonton konser Ariana Grande terluka pascaledakan di Manchester Arena. Inggris, Senin, 22 Mei 2017. (DAILY MAIL)

Ledakan diketahui berasal dari luar auditorium Manchester Arena usai Ariana Grande meninggalkan panggung. Hasil penyelidikan sementara, ledakan disebabkan oleh bom bunuh diri. Menurut keterangan Kepolisian Manchester, ada dua orang yang diduga sebagai pelaku yang meledakkan dirinya di dekat loket konser.

Suasana di sekitar Manchester Arena pascaledakan, Senin, 22 Mei 2016. (DAILY MAIL)

DAILY MAIL | REUTERS

 

 

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments