hero
Suasana di Akademi Kepolisian. (NET/Yusuf)

EDITOR : ALFIAN SYAFRIL

21 Mei 2017, 16:30 WIB

KOTA SEMARANG, INDONESIA

Taruna Tingkat II Akademi Kepolisian Mohammad Adam meninggal dianiaya para seniornya. Para taruna senior berjumlah 14 orang. Semua Taruna Tingkat III Akpol tersebut telah ditetapkan sebagai tersangka.

Kepala Kepolisian Daerah Jawa Tengah Irjen Pol Condro Kirono menjelaskan kronologi kejadian tersebut. Kejadian bermula seusai apel malam sekitar pukul 22.00 WIB, Rabu, 17 Mei 2017.

Taruna Akpol tingkat III mengumpulkan juniornya di sebuah gudang Flat A. "Gudang tersebut berukuran 4x8 meter," kata Condro, Sabtu, 20 Mei 2017.

Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono. (ANTARA)

Kamis dini hari, 18 Mei 2017 sekitar pukul 02.30 WIB, Taruna Tingkat II Mohammad Adam meninggal dunia. Sebelum meninggal, korban dipukul tersangka berinisial CAS. "Saat dipukul CAS, korban langsung pingsan," tambah Condro.

Korban sempat diberi pertolongan dengan membalurkan minyak kayu putih.

Selain tersangka CAS yang diduga melakukan pemukulan, ada 13 taruna senior yang menjadi tersangka. Peran mereka pun berbeda-beda. "Ada yang memberikan arahan-arahan. Ada dua orang yang mengawasi jangan sampai perbuatannya itu diketahui oleh pembina," kata Condro.

Suasana di Akpol. (NET/Yusuf)

Karena masih tidak sadarkan diri, korban dibawa ke Rumah Sakit Akpol. Namun, nyawa Adam tidak terselamatkan.

Hasil autopsi menyebutkan korban luka di bagian dada. Korban juga lemas setelah dipukul. "Diperkirakan karena benda tumpul. Juga karena adanya luka yang membuat lemas, sehingga tidak bisa bernafas," jelas Condro.

Sementara Gubernur Akpol Irjen Pol Anas Yusuf mengatakan, setelah apel malam pada pukul 22.00 WIB, seharusnya para taruna harus beristirahat. Menurut Anas, kegiatan taruna senior yang mengumpulkan juniornya tidak diketahui oleh petugas piket.

"Mereka ngumpet-ngumpet pasti. Yang piket akan ditelusuri kenapa bisa sampai tidak melihat," kata Anas.

Akademi Kepolisian di Semarang, Jawa Tengah. (NET/Yusuf)

Setelah melakukan penyelidikan, 14 orang taruna ditetapkan sebagai tersangka. Mereka adalah CAS, RLW, GCM, EA, JED, MB, CAE, HA, AKU, GJN, RAP, RK, IZ, dan PGS.

Para tersangka dijerat Pasal 170 subsider 351 ayat 3 juncto pasal 55 dan 56 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.

YUSUF HANGGARA 

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments