hero

EDITOR : RIKHA INDRIASWARI

19 Mei 2017, 07:20 WIB

AMERIKA SERIKAT

Penelitian yang dilakuakn di Vanderbilt Ingram Cancer Center, Nashvile, AS menunjukkan bahwa rokok elektrik atau vape masih memiliki risiko berbahaya. Cairan yang digunakan pada vape terbukti mengandung bahan-bahan kimiawi yang dapat memicu kanker kandung kemih.

Cairan vape. (VAPERSOUL)

Hasilnya, pada 92 persen pengguna vape yang diteliti, ditemukan dua dari lima bahan kimia pemicu kanker kandung kemih dalam urin mereka. Selain itu, penelitian terbaru ini juga menunjukkan bahwa cairan vape masih mengandung nikotin yang berbahaya bagi kesehatan.

 Cairan vape terbukti mengandung bahan-bahan kimiawi pemicu kanker kandung kemih. (EXPRESS)

Kandungan nitrosamin dan formaldehida dalam nikotin dapat menghambat perbaikan DNA pada sel yang melapisi kandung kemih. Ini akan semakin memicu munculnya penyakit kanker pada pengguna vape.

Kanker kandung kemih. (DOCTOR AMISH DALAL)

Penemuan penelitian ini memang menjadi kontradiksi dari penelitian sebelumnya, oleh British American Tobacco yang berbasis di London. Menurut penelitian tersebut, berapa pun dosis nikotin pada vape tidak mengandung racun yang dapat memicu kanker.

Vape bukan pengganti rokok biasa yang aman bagi tubuh. (VAPING UNDERGROUND)

Masih diperlukan sejumlah penelitian lanjutan untuk memastikan adanya hubungan langsung penggunaan vape dengan kanker kandung kemih penggunanya. Yang jelas, vape belum dapat diklaim sebagai pengganti rokok biasa yang aman bagi tubuh. Di dalamnya juga masih terdapat kandungan nikotin yang berarti masih bisa menimbulkan candu bagi penggunanya.

Vape mengandung nikotin yang membuat candu penggunanya. (VAPE)

 

DAILY MAIL UK | TELEGRAPH

2

shares
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments