hero
Suasan rapat paripurna DPR. (NETZ/Agnes)

EDITOR : TITO SIANIPAR

18 Mei 2017, 17:10 WIB

DKI JAKARTA, INDONESIA

Anggota Fraksi Gerindra Haerul Saleh menginterupsi sidang paripurna dan mengusulkan penghapusan masa reses Dewan Perwakilan Rakyat. Pasalnya masa reses dinilai tidak efektif dan tidak bermanfaat, termasuk alasan soal memperjuangkan daerah pemilihan.

"Masa reses yang selama ini kita laksanakan tak mendapat penjelasan mekanisme memperjuangkan dapil. Oleh karena itu DPR pembuat UU tak mampu melaksanakan UU dengan konsisten," kata Haerul saat rapat paripurna, Senayan, Jakarta, Kamis, 18 Mei 2017.

Masa reses DPR diatur dalam Undang-undang Nomor 17 Tahun 2012 tentang MD3 dan Peraturan DPR Nomor 1 Tahun 2014 tentang Tata Tertib DPR. Pada masa reses, sejatinya DPR melaksanakan tugas menyerap aspirasi masyarakat yang terkait dengan pelaksanaan fungsidan tugas DPR.

Haerul Saleh saat interupsi. (NETZ/Agnes)

Haerul juga menambahkan bahwa DPR selama ini tidak memiliki data catatan atau fakta dari pelaksanaan reses tersebut yang bisa dipertanggungjawabkan. "Iya, mengingat reses tak efektif. Faktanya DPR tak memiliki daya melaksanakannya," ucapnya.

Mendengar seruan Haerul, para anggota lainnya menyorakinya tanda tidak setuju dengan ide penghapusan masa reses itu. Namun tak ada pembahasan lebih lanjut soal ide Haerul untuk menghapus masa reses tersebut. Dan sidang paripurna DPR berlanjut dengan agenda lainnya.

AGNES AMELIA

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments