hero
(PENKOSTRAD)

EDITOR : REZA ADITYA

18 Mei 2017, 12:25 WIB

INDONESIA

Wakil Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Tubagus Hasanuddin meminta TNI AD evaluasi kelayakan seluruh alat utama sistem persenjataan (Alutsista). Permintaan itu sehubungan insiden latihan Pasukan Pemukul Raksi Cepat di Natuna kemarin.

"Kami sudah minta dengan hormat untuk dilaksanakan investigasi, setelah itu evaluasi," kata Hasanuddin, di Kompleks Parlemen, Kamis, 18 Mei 2017. "Apa penyebab alat bidik otomatis senjata pada insiden itu tidak bekerja."

Hasanuddin mengatakan kecelakaan akibat rusaknya sistem persenjataan TNI sudah sering terjadi. Akibatnya, banyak prajurit gugur karena tertembak senjatanya sendiri.

"Ini menjadi menarik karena senjata yang digunakan termasukjenis baru," ujar dia. Senjata maka tuan itu meriam Giant Bow buatan Cina.

Politikus PDI Perjuangan itu juga mengatakan akan memanggil TNI AD dan mempertanyakan penyebab macetnya senjata tersebut. "Nanti hasilnya seperti apa kami lakukan keputusan terbaik."

 

Empat prajurit TNI AD tewas dalam kecelakaan latihan PPRC di Natuna, Kepulauan Riau. Delapan prajurit lainnya terluka akibat insiden itu. Mereka yang gugur adalah Kapten Arh Heru Bayu, Praka Edy, Pratu Marwan, dan Pratu Ibnu.

Peristiwa terjadi setelah satu pucuk meriam Giant Bow dari Batalyon Artileri Pertahanan Udara 1/Purwa Bajra Cakti yang sedang melakukan penembakan mengalami gangguan pada sistem elavasi. Akibatnya, meriam itu tak bisa dan dikendalikan.

Senjata tersebut menembaki prajurit di sekitar. Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat Brigadir Jenderal Alfret Denny Teujeh mengatakan institusinya akan menyelidiki penyebab rusaknya sistem elevasi senjata tersebut.

"Meriam itu sebetulnya layak untuk melakukan penembakan," ujar Denny. "Karena dilihat dari usianya juga belum terlalu tua, tahun 2003. Kami harus menunggu hasil investigasinya untuk mengetahuinya."

Denny mengatakan insiden itu tak menyurutkan semangat prajurit untuk melanjutkan latihan PPRC di Natuna. "Saat ini latihan terus dilanjutkan karena memang ya itu menjadi risiko prajurit."

APRIL HASIBUAN | TYAS ADINDA

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments