hero

EDITOR : AULIA RAHMAT

18 Mei 2017, 22:00 WIB

INGGRIS

Pelaku peretasan ransomware Wannacry meraup uang tebusan sebesar 55 ribu poundsterling atau Rp 958 juta dari korbannya di seluruh dunia. 

Jumlah ini diketahui dari rekening Bitcoin (Bitcoin Wallet) pelaku yang masih bisa ditelusuri melalui website blockhain.info. Sejak hari Jumat, 12 Mei 2017, terdapat 260 korban yang telah membayar uang tebusan tersebut.

Pembayaran uang tebusan ini dibenarkan oleh Tom Bosset, penasehat keamanan dalam negeri Amerika Serikat. 

Ransomware menginfeksi jaringan komputer di 150 negara. (MIRROR)

Bosset mengatakan, pembayaran tebusan tidak akan berpengaruh terhadap data yang sudah terkunci. Data itu tak akan bisa diselamatkan dan akan hilang.

Ransomware WannaCry menyerang sejak Jumat malam, 12 Mei 2017. Sasaran pertamanya adalah jaringan komputer milik rumah sakit yang berada di bawah jaringan The National Health Service (NHS) Inggris. 

Dalam sekejap, serangan menginfeksi jaringan-jaringan komputer di seluruh dunia. Peretas menyandera data korban dengan algoritma enkripsi. Agar bisa dibuka mereka menuntut uang tebusan sebesar Rp 4 hingga Rp 6 juta yang dibayarkan dalam bentuk Bitcoin.

Peretas meminta uang tebusan sebesar Rp 4 juta hingga Rp 6 juta. (MIRROR)

Kapersky dan Symantec, perusahaan anti-virus asal Rusia dan Amerika Serikat, mencium keterlibatan Korea Utara dalam kasus peretasan global ransomware WannaCry

Mereka melihat kemiripan antara teror WannCry dengan peretasan Sony Picture di tahun 2014. Peretasan Sony Picture diketahui dilakukan oleh Lazarus Group, geng hacker asal Korea Utara.

ARSTECHNICA | BLOCKHAIN

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments