hero
Marcus Hutchins. (STANDART)

EDITOR : REZA ADITYA

16 Mei 2017, 15:45 WIB

INGGRIS

Marcus Hutchins, pemuda Inggris mendadak menjadi pahlawan karena berhasil menghentikan penyebaran malware WannaCry. Pria berusia 22 tahun itu menyelamatkan lebih dari 100 ribu komputer di seluruh dunia dari serangan siber yang meresahkan. 

Marcus melalui websitenya, Malware Tech, mengisahkan bagaimana dia menghentikan penyebaran WannaCry. "Hari Jumat pekan lalu, saya terbangun dari tidur dan memeriksa bahwa ada ancaman siber di Inggris," ujar dia, Selasa, 16 Mei 2017.

Ruang kerja sederhana Marcus Hutchins saat menghentiikan WannaCry. (TELEGRAPH)

 

Pemuda yang memiliki keahlian di bidang siber itu awalnya tidak mempedulikan serangan dunia maya tersebut. "Sampai pada akhirnya, ada sejumlah organisasi yang menyatakan bahwa diminta uang tebusan dari virus itu. Dan itu mulai meresahkan."

Dia kemudian mencari tahu bagaimana malware itu menyebar dan menggangu sistem data komputer di sejumlah rumah sakit. Di rumah orang tuanya yang berlokasi di Devon, Inggris, Marcus mengutak-atik perangkatnya.

Dia kemudian menemukan kelemahan WannaCry dalam suatu sistem domain. "Saya mengambil sample dari domain itu dan mendaftarkannya. Lalu membuangnya ke server pendeteksi malware berbahaya."

Marcus Hutchins. (DAILY MAIL)

 

Atas jasanya itu, Marcus direkrut sebagai peneliti di Pusat Keamanan Siber Nasional Inggris (NCSC). "Jasanya bisa menghentikan serangan WannaCry," demikian pernyataan NCSC.

Marcus senang mendapat tawaran dan bekerja sama dengan NCSC. Dia tak menyangka hasil utak-atik komputernya membuahkan hasil dan diapresiasi negara.

The Telegraph melansir bahwa Marcus tidak mengeyam pendidikan komputer di universitas. Dia hanya bekerja sebagai teknisi program lepas dan kerjaannya mengoprek perangkat lunak dari dalam kamarnya.

WannaCry menyerang data jaringan komputer. (MIRROR)

WannaCry  menyerang ratusan ribu komputer di seluruh penjuru dunia. Virus ini mengunci data di komputer dan meminta uang tebusan US$ 300 atau sekitar Rp 3,9 juta kepada pengguna bila ingin mendapat kunci untuk mengakses kembali data mereka.

Akhir pekan kemarin, dua rumah sakit di Jakarta menjadi korban serangan WannaCry. Dua rumah sakit itu adalah RS Dharmais dan RS Harapan Kita.

Para peretas itu mengunci sistem komputer rumah sakit. Mereka juga membobol sistem entry data rawat inap pasien sehingga segala informasi digital tidak bisa dibuka.

THE TELEGRAPH | MIRROR | GUARDIAN

17

shares
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments