hero

EDITOR : AULIA RAHMAT

15 Mei 2017, 13:23 WIB

INDONESIA

Perlahan, jaringan komputer di Rumah Sakit Dharmais telah pulih dari serangan siber ransomware WannaCry. Hingga kini, 70% sistem sudah berfungsi dengan normal.

Backup data menjadi solusi mencegah komputer terkena serangan WannaCry. Sebelumnya, RS Dharmais telah berupaya menginstal ulang seluruh sistem agar komputer dan server bisa kembali beroperasi. 

Sementara itu, Kepala Instalasi Teknologi Informasi Rumah Sakit Anak dan Bunda (RSAB) Harapan Kita, M Ilhamy menyatakan bahwa sistem IT di rumah sakit tersebut tidak terkena serangan siber dan berada dalam kondisi aman.

Ilhamy menyanggah pemberitaan yang menyebut jaringan komputer di Harapan Kita tumbang gara-gara serangan malware. Ia juga mengimbau pasien untuk tidak khawatir.

Sebelumnya, Menkominfo, Rudiantara membenarkan adanya serangan pada kedua rumah sakit tersebut. Menurutnya, serangan ransomware WannaCry telah mengunci data-data pada jaringan di kedua rumah sakit. Masalah tersebut juga berpengaruh terhadap sistem antrean dan sistem pembayaran pasien.

Ransomware merupakan program jahat yang menyandera dokumen para korbannya menggunakan algoritma enkripsi khusus. Setiap dokumen yang terkunci hanya bisa diakses melalui kode tertentu yang hanya diketahui oleh sang peretas.

Serangan ransomeware telah melumpuhkan sistem jaringan komputer 16 rumah sakit di Inggris. Serangan dimulai pada Sabtu, 13 Mei 2017. Virus ransomware mengunci sejumlah dokumen-dokumen penting. Agar bisa dibuka kembali, mereka meminta tebusan dalam bentuk mata uang virtual Bitcoin.

ARIS SATYA | LUQMANUL HAKIM

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments