hero
Ilustrasi serangan malware (REUTERS)

EDITOR : ALFIAN SYAFRIL

14 Mei 2017, 15:30 WIB

DKI JAKARTA, INDONESIA

Sejumlah rumah sakit di Indonesia diserang ransomware, sejenis virus malware di komputer. Ransomware yang sama juga menyerang 16 rumah sakit di Inggris. Sejak Jumat kemarin, virus itu menyebar ke 99 negara.

Program bernama WannaCry itu mengunci sistem komputer rumah sakit sehingga data di dalamnya tidak bisa diakses.Komputer korban hanya memiliki dua file, yaitu, instruksi tentang apa yang harus dilakukan selanjutnya dan program WannaCry itu sendiri.

Saat program itu dibuka, komputer akan memberitahukan kepada korban bahwa file mereka telah di-encryted. Mereka memberikan tenggat waktu untuk membayar. Jika tidak mereka mengancam akan menghapus data komputer.

Serangan WannaCrya di komputer layanan RS Dharmais. (NET/Dipta)

Pelaku serangan menuntut pembayaran Bitcoin, memberikan petunjuk bagaimana cara membelinya, dan memberikan alamat Bitcoin untuk dikirim.

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan, pemerintah telah berusaha mengatasi masalah ini. "Kami sejauh ini baru dapat laporan Rumah Sakit Dharmais positif terkena," kata Rudiantara saat konferensi pers Serangan Ransomeware Wannacry di Jakarta, Minggu, 14 Mei 2017.

Menkominfo Rudiantara menyampaikan keterangan pers terkait upaya penanganan serangan Malware Ransomware WannaCry di Jakarta, Minggu, 14 Mei 2017.  (ANTARA)

"Serangan ransomeware ini menjadi isu global, sehingga penyelesaiannya juga secara internasional. Indonesia bukan menjadi negara terbesar yang terkena serangan," tambah Rudiantara.

Adi Jaelani dari Indonesia Security Incident Response Team on Internet Infrastructure (Id-SIRTII) menjelaskan, ransomware tersebut menyerang secara global. Malware itu teridentifikasi sebagai varian ransomware yang dikenal sebagai WannaCry, Wanna Decrypt0r, WannaCryptor, WCRY.

"Jika telah terkena malware ini, maka penyerang akan meminta uang dalam bentuk bitcoin yang harus dibayarkan melalui link yang telah ditentukan. Kisaran uang yang dibayar sekitar 300 dollar Amerika," jelas Adi.

Informasi gangguan sistem informasi Rumah Sakit Dharmais.

Menurut Adi, jika malware tersebut menyerang satu komputer, maka akan dengan cepat menyerang komputer yang lainnya yang berada pada satu jaringan. Adi menjelaskan langkah antisipasi pencegahan serangan ransomware WannaCry:

1. Melakukan backup data secara berkala
2. Melakukan patching pada service SMBv1 (sudah tersedia 2 bulan yang lalu). Berikut link untuk meng-update patch tersebut: https://technet.microsoft.com/en-us/library/security/ms17-010.aspx
3. Jangan membuka file yeng mencurigakan dari email
4. Install anti virus dan Internet Security

Jika sudah terkena WannaCry, maka tindakan yang sebaiknya dilakukan adalah:
1. Nonaktifkan fungsi SMBv1
2. Memblokir port 139/445 dan 3389
3. Melakukan patching pada service SMBv1
4. Untuk pertolongan pertama dapat mengunjungi situs: https://www.nomoreransom.org/crypto-sheriff.php

NURNISARAFINA | KOMINFO

2

shares
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments