hero
Kim Jong-un. (REUTERS)

EDITOR : REZA ADITYA

12 Mei 2017, 13:35 WIB

KOREA UTARA

Pemerintah Korea Utara berjanji akan memberikan hukuman berat kepada empat warga negara Amerika Serikat yang kini menjadi tahananan di Pyongyang. Keempatnya dituding melakukan kejahatan terhadap rezim Kim Jong-un.

"Kami akan menggagalkan setiap orang yang berupaya menebarkan anti-rezim Korea Utara," demikian pernyataan Pemerintah Korea Utara, seperti dilansir Korean Central News Agency, Jumat, 12 Mei 2017.

Keempat orang itu diyakini terbukti hendak menebar propaganda anti-rezim Kim. Pemerintah Korea Utara menilai mereka harus diberikan hukuman berat.

Kim Hak-song (kiri) ditangkap pemerintah Korea Utara. (CNN)

 

Namun, Negeri Juche belum mau memberitahu hukuman seperti apa yang akan dijatuhkan kepada empat orang yang kini mendekam dalam bui itu. "Kami akan segera mengumumkannya secara resmi nanti."

Korea Utara dalam setahun terakhir telah menangkap empat orang warga negara Amerika Serikat atas tudingan melawan rezim Kim. Kasus terbaru, adalah penangkapan Kim Hak Song, warga negara AS keturunan Korea.

Kim Sang-duk alias Tony Kim yang ditangkap pemerintah Korea Utara. (HEAVY)

 

Hak Song ditangkap di apartemennya pada Sabtu pekan lalu. Belum jelas apa kesalahan Hak Song. Pemerintah Korea Utara hanya menuding dosen di Universitas Pyongyang itu melakukan tindakan permusuhan terhadap negara.

Dua pekan sebelumnya, polisi Negeri Sosialis itu menangkap Kim Sang-duk atas tudingan yang sama. Profesor di Universitas Pyongyang jurusan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.

Otto Warmbier, mahasiswa AS yang ditangkap pemerintah Korea Utara. (AP)

 

Sang Duk memiliki nama lain yaitu Tony Kim. Dia merupakan warga negara AS keturunan Korea. Di bulan April kemarin, polisi Korea Utara menangkap Otto Warmbier, mahasiswa asal AS.

Otto divonis tiga bulan penjara dan kerja paksa karena mencuri poster propaganda milik pemerintah Korea Utara. Pada tahun 2016,  anak buah Jong-un juga menangkap Kim Dong Chul, warga negara AS kelahiran Korea Selatan.

Kim Dong-chul, warga negara AS kelahiran Korea ditangkap polisi Pyongyang. (BBC)

 

Dong Chul dihukum 10 tahun penjara dan menjadi buruh karena terbukti menjadi mata-mata bagi AS. 

NY POST | REUTERS | KCNA

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments