hero
(Daily Mail)

EDITOR : YAYAN SUPRIYANTO

10 Mei 2017, 06:05 WIB

KOREA SELATAN

Tinggal di negara yang memiliki rezim otoriter bukanlah hal yang menyenangkan bagi banyak orang. Hal ini pula yang dirasakan oleh Lee Hyeon Soe. Perempuan yang kini berusia 37 tahun ini awalnya adalah warga asli Korea Utara.

Namun saat berusia 17 tahun, ia memutuskan untuk meninggalkan dan menghianati tanah kelahirannya, karena merasa tertindas. Selain itu, ia juga merasa bahwa Korut merupakan negara yang paling mengerikan di muka bumi.

(Hyeonseo Lee bersama ibu dan adiknya. (Daily Mail)

Anggapan Hyeon Soe tersebut bukannya tanpa alasan. Ia sering menyaksikan kejadian mengerikan sejak masih kecil. Saat menginjak usia 7 tahun, ia pernah dipaksa untuk melihat eksekusi mati seorang pria dengan cara dicekik. Ia juga sering melihat mayat-mayat yang tergeletak di jalan Korut.

"Itu sangat melelahkan, dan juga membuat tulangku lemas. Aku bukan hanya melihatnya dari rumah, tapi secara langsung. Bahkan untuk izin ke toilet saja kami tidak bisa. Akhirnya kami harus buang air kecil di celana," ujar Hyeon Soe seperti dikutip dari Daily Mail.

Ibu dan adek Hyeon Seo saat masih berada di Korut. (Daily Mail)

Tidak tahan dengan kondisi tersebut, Hyeon Soe pun memutuskan untuk meninggalkan Korut. Saat itu ia memutuskan untuk pergi ke Cina dengan membawa ibu dan saudara laki-lakinya. Sesampainya di sana, ia sempat ditangkap oleh polisi setempat.

Karena takut dideportasi, ia akhirnya mengeluarkan kemampuan berbahasa mandarinnya agar dapat dianggap sebagai warga Tiongkok. Ia juga mengelabui polisi perbatasan dengan mengatakan ibunya tuli dan bisu.

Meski mampu melewati polisi perbatasan, masalah tak berhenti sampai disitu. Di negeri Tirai Bambu itu, ia hampir menjadi korban pemerkosaan oleh beberapa oknum polisi.

(Hyeonseo Lee bersama ibunya. (Daily Mail)

Walau harus menghadapai rintangan yang berat, Hyeon Seo tidak menyerah. Ia pun  berhasil pergi menuju Laos, dan masuk ke Korea Selatan setelah menempuh perjalanan darat.

Kini setelah 8 tahun terbebas dari Korut, ia bersama ibunya hidup dengan damai di Seoul. Bahkan kini ia sudah mampu membiayai saudara laki-lakinya untuk berkuliah di Colombia University, New York, Amerika Serikat.

Hyeon Seo pun memutuskan untuk menuliskan kisahnya sebagai seorang pembelot atau defector ke dalam sebuah buku yang berjudul 'The Girl With Seven Names'. Kisah pilu dan keberaniannya untuk meninggalkan Korut, membuat Hyeon Soe sering diundang menjadi pembicara diberbagai festival.

Hyeonseo Lee. (Daily Mail)

Selain sebagai seorang pembicara, ia juga kerap diwawancarai oleh beberapa media asing. Tak jarang Hyeon Seo membeberkan rahasia dari Korut yang dikenal sebagai negara tertutup. 

Dalam sebuah wawancaranya, putri dari seorang penjabat militer Korut ini juga sempat membeberkan kekejaman yang dilakukan oleh pemimpin Korut, Kim Jong Un.

Menurutnya, Kim Jong Un merupakan sosok pemimpin yang sadis dan mampu untuk melakukan apa saja. Ia bahkan berani untuk  meluncurkan rudal ke Korea Selatan, Amerika Serikat, dan Jepang jika dalam posisi terancam.

"Dia adalah seorang diktator yang keji. Tak ada cara yang bisa dilakukan untuk menghentikannya. Dia bahkan bisa meluncurkan rudal ke Korea Selatan, Jepang, dan Amerika Serikat dengan mudahnya," paparnya.

DAILY MAIL

1

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments