hero
Duel Madrid dan Atletico di Liga Champions. (WASHINGTONTIMES)

EDITOR : TITO SIANIPAR

2 Mei 2017, 17:55 WIB

SPANYOL

Semifinal pertama Liga Champions antara dua tim sekota Real Madrid dan Atletico Madrid akan berlangsung Rabu, 3 Mei 2017 dini hari. Merupakan pertemuan keempat dalam empat tahun berturut di babak knock out Liga Champions.

Madrid punya rekor manis bertemu Atletico di babak gugur Liga Champions dengan memenangkan tiga pertemuan terakhir. Pada 2014 di final, 2015 di babak perempat final, dan terakhir tahun lalu 2016 di babak puncak lewat adu penalti.

Meski punya catatan bagus itu, pelatih Madrid Zinedine Zidane enggan jumawa. "Itu tidak berarti apa-apa bahwa kami (selalu) mengalahkan mereka di kompetisi ini," kata Zidane. "Saya tidak memikirkan final juga. Kami hanya harus memenangkan pertandingan ini."

Ketika Madrid juara 2016 lalu. (EUROSPORT)

Tak cuma rekor pertemuan dengan Atletico yang menjadi catatan kinclong dan modal Madrid. Catatan manis lainnya adalah tak terkalahkan dalam 14 pertandingan di Eropa dengan 9 menang dan 5 seri. "Semua pemain sudah siap bertarung," kata Zidane.

Tak cuma sampai situ, babak empat besar ini adalah semifinal ketujuh berturut Madrid di Liga Champions. Dari tujuh itu, Madrid memenangkan lima dan kelima-limanya berakhir dengan gelar juara. Madrid juga klub terbanyak pengoleksi gelar Liga Champions, yakni 11 kali.

Latihan Madrid sebelum laga. (TWITTER/championsleague)

Sejumlah catatan itu tak membuat kubu Atletico minder. Pelatih Diego Simeone bertekad akan memberikan perlawanan, terutama membalaskan dendam selalu dikalahkan Madrid di tiga Liga Champions terakhir mereka. "Kami akan bertarung dalam pertandingan ini," kata dia.

Meski sudah sering bertemu Madrid, Simeone mengaku tertekan dan cemas dengan hasil pertandingan. "Anda punya tanggung jawab yang besar (lolos ke semifinal). Dan itu semakin hari semakin besar. Saya merasakannya seperti datang dari segala arah," ujarnya.

Simeone dan Zidane. (MARCA)

Setidaknya Atletico punya keuntungan baru akan menggelar pertandingan kandang usai tandang di Santiago Bernabeu. Meski Madrid adalah tim yang produktif, tapi gawang mereka selalu kebobolan. Terakhir kali gawang Madrid perawan adalah melawan Espanyol pada 18 Februari lalu.

Catatan Madrid yang selalu kebobolan di 16 pertandingan terakhir mereka bisa dimanfaatkan Simeone. Mencuri gol tandang bisa mempengaruhi bahkan memperbesar kesempatan mereka untuk lolos, sekaligus membalaskan dendam tiga tahun terakhir.

UEFA | REUTERS | ESPN

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments