hero

EDITOR : FIRZA ARIFIEN

28 April 2017, 16:05 WIB

AMERIKA SERIKAT

Pernikahan menjadi tujuan dan impian sebagian besar pasangan yang menjalin hubungan asmara. Apalagi kalau hubungan itu sudah kamu jalani dalam jangka waktu yang cukup lama. 

Sebenarnya nih, lama atau sebentarnya sebuah hubungan, itu enggak menjamin kamu siap untuk berumah tangga. Banyak pasangan yang terburu-buru untuk menikah, tapi belum siap secara mental.

Kalau diabaikan, kesiapan mental itu bisa berakibat fatal untuk kelangsungan pernikahan. Dampak terburuknya bahkan bisa menyebabkan perceraian. Karena itu, pemahaman akan kesiapan mental pada diri sendiri menjadi penting.

Terus, apa sih tanda-tandanya kalau kita memang belum siap untuk menikah? 

1. Sering mengatur pasangan.

(THE LIST)

Sebelum berumah tangga, kita pasti selalu mengambil keputusan terbaik menurut diri kita sendiri. Tapi kalau nanti kamu menikah, kamu harus bisa mengimbangi prioritas untuk diri sendiri dan pasangan. 

Kamu harus bisa berkompromi dengan adil untuk menentukan sebuah keputusan. Kalau kamu sering memaksakan kehendak dan mengatur pasanganmu, ada baiknya kamu mempertimbangkan kembali untuk menikah.

2. Belum mau membicarakan masalah keuangan.

(THE LIST)

Mengelola keuangan merupakan hal paling penting dalam menjalankan kehidupan rumah tangga. Pengelolaan keuangan yang sehat, tentu akan membuat komunikasi kamu dan pasangan juga semakin sehat. 

Menurut seorang psikolog, Ben Michaelis, kalau kamu dan pasanganmu belum mau membicarakan masalah keuangan, maka kalian berdua dapat dipastikan belum siap untuk menikah. Tapi sebaliknya, kalau kamu dan pasanganmu sudah tidak tertutup mengenai keuangan, itu artinya kalian telah siap melangkah ke hubungan yang lebih serius.

3. Masih punya rahasia.

(THE LIST)

Setiap orang pasti punya hal-hal yang bersifat pribadi dan rahasia. Tapi dalam ikatan pernikahan, itu merupakan hal yang perlu dihindari. Menyimpan rahasia menandakan kamu belum siap untuk berkomitmen. 

Selain itu, menyimpan terlalu banyak rahasia akan membuat kamu tidak matang secara emosional. Kalau kamu sedang merencanakan sebuah pernikahan, ada baiknya kamu mulai menceritakan segala rahasia yang dipendam kepada pasangan. 

4. Enggak punya rencana jangka panjang.

(THE LIST)

Menikah berarti kamu siap untuk membangun masa depan bersama pasangan. Dan itu semua butuh perencanaan yang matang. Pikirkan apa yang akan kamu lakukan nanti setelah menikah. Tujuannya, supaya kamu enggak bingung untuk mengambil langkah ke depannya. 

Kalau sampai sekarang, kamu dan pasangan belum punya rencana jangka panjang, mungkin menikah bukan keputusan yang tepat. 

5. Menganggap perceraian bukan hal yang fatal. 

(THE LIST)

Kalau sebelum menikah kamu sudah menganggap bahwa perceraian adalah jalan keluar dari masalah, itu artinya kamu belum siap berkomitmen. Ingat ya, perceraian akan berdampak besar bagi kamu sendiri, keluarga, dan anak-anak yang kamu lahirkan. Jadi, tanamkan dari sebelum berumah tangga, kalau segala persoalan enggak bisa diselesaikan dengan perceraian.

6. Enggak punya rasa saling percaya.

(THE LIST)

Ini merupakan poin yang paling penting dalam menjalin sebuah hubungan. Memercayai seseorang memang bukan hal mudah, apalagi kalau rasa percaya yang kamu berikan sudah dirusak. 

Kepercayaan merupakan hal mendasar dalam sebuah pernikahan. Kalau kamu belum percaya sama pasangan, urungkan niat untuk menikah dalam waktu dekat. Ada baiknya kamu tumbuhkan terlebih dahulu rasa saling percaya bersama pasangan.

THE LIST | ELLE

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments