hero
Aipda Bekti Sutikno kini dicari polisi. Dia sempat menunggui anaknya di rumah sakit sebelum menghilang. (NET/Endro Dwirawan)

EDITOR : ALFIAN SYAFRIL

27 April 2017, 00:20 WIB

BENGKULU, INDONESIA

Pagi buta masih menyelimuti kediaman keluarga Bekti Sutikno di Bengkulu, ketika terdengar suara pintu kamar terbuka. Saat itu sekitar pukul 04.00 WIB. Bekti yang polisi berpangkat aipda langsung sigap bertindak. Ia mengambil pistol. Timah panas pun melesat. Orang yang diduga maling oleh Bekti langsung tersungkur, diterjang peluru di bahu kanan.

Sesaat kemudian, peristiwa di Rabu 26 April 2017 itu bikin geger warga sekitar. Bukan karena Bekti menggunakan senjata apinya, tapi karena yang ditembak Bekti adalah anaknya sendiri. Si anak adalah remaja berusia 14 tahun bernama Bagas Alvravigo.

Setelah ditembak ayahnya sendiri, Bagas sempat dibawa ke rumah sakit. Namun nyawa anak lelaki berusia 14 tahun ini tak tertolong. (NET/Endro Dwirawan)

“Pada prinsipnya itu adalah kecelakaan. Karena diduga ada pelaku tindak pidana masuk ke rumahnya, ia menembak. Dia tidak tahu itu anaknya sendiri,” kata Kapolresta Bengkulu AKBP Indra Nurinda tentang perbuatan anak buahnya.

Aipda Bekti Sutikno adalah Kanit Provost Polsek Ratu Agung. Saat mengetahui bahwa orang yang ia tembak adalah Bagas, Bekti langsung membawa anaknya itu ke RS Bhayangkara Polda Bengkulu. Namun nyawa sang anak tak tertolong. Bekti lalu menyerahkan pistolnya kepada personel Polda Bengkulu. Ia kemudian pergi dan menghilang.

Di rumah inilah Aipda Bekti Sutikno menembak anaknya sendiri. Ia kemudian menyerahkan pistolnya ke polisi, lalu menghilang. (NET/Endro Dwirawan)

Di lingkungan rumahnya, Bekti dan keluarganya dikenal harmonis. Tak ada masalah apapun tentang keluarga ini yang didengar tetangga.

“Dia sudah lama tinggal di sini. Sosialisasi dengan warga baik. Baik anak maupun bapaknya,” kata Sukron, ketua RT di lingkungan tempat Bekti tinggal.

Rabu sore, jasad Bagas Alvravigo divisum tim dokter. Setelah itu jasad korban dibawa keluarganya ke kampung halaman di Bengkulu Tengah untuk dimakamkan.

ENDRO DWIRAWAN

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments