hero

EDITOR : MATHILDA RINALDI

23 April 2017, 06:00 WIB

INGGRIS

Berbagai lomba lari maraton akhir-akhir ini sedang ramai digandrungi masyarakat. Apalagi lari maraton kerap kali menjadi opsi alternatif mengisi waktu luang di akhir pekan.

Selain dari sekedar berolahraga, maraton juga sudah menjadi perlombaan kelas dunia lho. Lomba maraton sudah menjadi tren kekinian, untuk mengikutinya tidak harus menjadi seorang atlit olimpiade, tapi banyak kota di berbagai negara sering mengadakan lomba maraton.

Dibalik serunya perlombaan maraton, tahu kah kamu ternyata maraton menyimpan resiko berbahaya.

Seperti yang dilansir dari Telegraph, 10 April 2017, terdapat sebuah penelitian yang baru dirilis akhir-akhir ini oleh American Journal of Kidney Diseases menunjukan bahwa lari maraton dapat menjadi sangat berbahaya bagi kesehatan ginjal.

Jika dilihat dari sisi olahraga, memang maraton merupakan latihan aerobik yang sehat, tetapi 80% dari orang yang melakukan lari maraton menunjukkan tanda-tanda cedera ginjal jangka pendek karena dehidrasi, kata studi baru tersebut.

Para peneliti mengatakan bahwa memang ginjal para pelari maraton akan pulih dalam waktu 2 hari setelah perlombaan, tetapi temuan mereka menimbulkan pertanyaan mengenai potensi dampak jangka panjang ketika maraton semakin digandrungi masyarakat.

Penelitian yang dipimpin oleh Profesor Chriag Parikh, dari Universitas Yale di Amerika Serikat ini mengambil sampel sekelompok kecil peserta Hartford Marathon pada 2015 lalu.

Hartford Marathon 2015. (Hartford)

Sampel darah dan urin pun diambil sebelum dan setelah maraton untuk menganalisis berbagai tanda cedera ginjal, termasuk kadar serum kreatinin, sel-sel ginjal, dan protein dalam urin.

Para peneliti menemukan bahwa 82 persen dari para pelari yang diteliti menunjukkan tahap 1 cedera ginjal akut setelah perlombaan. Cedera ginjal akut adalah suatu kondisi di mana ginjal gagal untuk menyaring limbah dari darah.

Prof Parikh mengatakan, "Ginjal merespon stres fisik dari lari marathon seolah-olah itu terluka, dengan cara yang mirip dengan apa yang terjadi pada pasien rawat inap ketika ginjal dipengaruhi oleh komplikasi medis dan bedah."

Para peneliti juga menyatakan bahwa potensi penyebab kerusakan ginjal karena maraton mulai dari kenaikan berkelanjutan suhu inti tubuh, dehidrasi, atau penurunan aliran darah ke ginjal yang terjadi selama maraton.

"Kita perlu menyelidiki ini lebih lanjut." kata Prof Parikh. Penelitian telah menunjukkan ada juga perubahan fungsi jantung terkait dengan maraton berjalan.

"Studi kami menambah cerita - bahkan ginjal merespon para pelari maraton yang berhubungan dengan stres." tambahnya.

TELEGRAPH | TIME

3

shares
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments