hero
Ilustrasi vonis Dahlan Iskan. (NET.Z/Gabriela)

EDITOR : REZA ADITYA

21 April 2017, 19:30 WIB

KOTA SURABAYA, INDONESIA

Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Surabaya menjatuhkan vonis dua tahun penjara dan denda Rp 100 juta subsider dua bulan penjara kepada Dahlan Iskan. Majelis menilai Dahlan terbukti menyalahgunakan kewenangan.

"Terbukti secara sah melakukan korupsi secara bersama-sama pada pelepasan aset PT Panca Wira Usaha, berupa tanah bangunan di Kediri dan Tulungagung milik Badan Usaha Milik Daerah Jawa Timur," kata ketua majelis hakim M. Tahsin, saat membacakan putusannya, Jumat, 21 April 2017.

Meski divonis dua tahun penjara, Dahlan tidak langsung dibui. Pengadil hanya menghukum bekas mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara itu menjadi tahanan kota dengan alasan kesehatannya.

Dahlan Iskan menghadapi vonis. (NET)

 

Majelis menjerat Dahlan dengan Pasal 3 UU Tipikor sesuai dakwaan subsider jaksa penuntut umum. Sedangkan untuk dakwaan primernya, yaitu pasal 2 UU Tipikor, majelis menilai tidak ada cukup bukti untuk memidanakan bos Jawa Pos Group itu.

Mendengar vonis tersebut, Dahlan langsung mengajukan banding. "Kepada teman-teman, belajar dari sidang ini, saya tidak menyangka. Karna saya sudah tanya ke gubernur (saat melepas aset), anggaplah ini kebodohan saya," kata Dahlan.

Ketua majelis hakim M. Tahsin saat membacakan vonis untuk Dahlan Iskan. (NET)

 

Putusan itu jauh lebih rendah dari tuntutan jaksa penuntut umum yang menginginkan Dahlan dijatuhkan hukuman enam tahun penjara dan denda Rp 750 juta subsider enam bulan penjara. Dia juga dituntut bayar ganti rugi senilai Rp 4,1 miliar.

Kasus ini berawal saat Dahlan menjabat sebagai Direktur Utama PT Panca Wira Usaha (PWU) periode 2000-2010. Dahlan bersama Kepala Biro Aset PT PWU Wisnu Wardhana menjual harta perusahaannya di Kediri dan Tulungagung tahun 2003.

Dahlan Iskan usai divonis. (NET)

 

Jaksa menganggap pelepasan aset PT PWU itu melanggar prosedur. Musababnya, penjualan aktiva itu nilainya di bawah nilai jual objek pajak (NJOP). Akibatnya negara merugi Rp 11 miliar.

Dalam persidangan sebelumnya, Dahlan berkali-kali membantah dakwaan jaksa itu melalui kuasa hukumnya. Dahlan mengklaim penjualan aset itu sudah dilakukan sesuai prosedur. Untuk membuktikan dirinya tidak bersalah, Dahlan akan banding di Pengadilan Tinggi Surabaya.

MOHAMMAD FACHMI

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments