hero
Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla di Peringatan Konferensi Asia Afrika. (ANTARA)

EDITOR : ALFIAN SYAFRIL

18 April 2017, 20:20 WIB

DKI JAKARTA, INDONESIA

Ada yang unik dalam peringatan Konferensi Asia Afrika (KAA) ke-62 di Istana Negara, Jakarta. Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla bersama menteri dan sebagian tamu yang hadir menggunakan pakaian adat nusantara.

Presiden Jokowi mengenakan pakaian khas Betawi, lengkap dengan peci hitam. Wapres JK menggunakan pakaian adat Makassar. Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto memakai baju adat Jawa khas Yogyakarta. Sekretaris Kabinet Pramono Anung dan Staf Khusus Presiden Ari Dwipayana berpakaian khas Bali. Tak ketinggalan, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dengan baju adat Palembang.

Sementara Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, tampil anggun dengan kebaya.

Sejumlah menteri Kabinet Kerja bersama para staf kepresidenan berswafoto di sela peringatan KAA. (ANTARA) 

Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan, penggunaan pakaian adat itu merupakan arahan Presiden.

"Tujuannya agar keberagaman kebhinekaan itu nampak. Tentunya untuk itu perlu adanya simbolisasi," kata Pramono, Selasa, 18 April 2017. Menurut Pramono, Presiden menginginkan kekayaan ragam nusantara yang menunjukkan kebhinekaan harus dijaga.

Acara peringatan KAA mengangkat tema "Keberagaman Indonesia". Presiden Jokowi menekankan pentingnya menghargai keberagaman dan keutuhan bangsa. Jokowi menyinggung soal Suku, Agama, Ras dan Antargolongan (SARA).

"Saya berpesan jangan mudah tergoda oleh isu SARA yang memperlemah bangsa dan negara kita. Dan, jangan takut melawan tindakan intoleransi dan kekerasan atas nama apapun," pesan Jokowi dalam pidatonya.

"Terus perkuat komitmen bersama kita dalam menjaga dan merawat kodrat kebangsaan Indonesia Bhineka Tunggal Ika," tambah Jokowi.

Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla berfoto bersama dengan pimpinan lembaga tinggi negara dan menteri Kabinet Kerja. (ANTARA)

 

Selain dihadiri Presiden, Wakil Presiden dan hampir seluruh jajaran Kabinet Kerja, pimpinan lembaga tinggi negara, hadir juga Megawati Soekarnoputri yang mewakili keluarga proklamator Soekarno, serta duta besar negara-negara Asia Afrika.

Seluruh yang hadir dalam peringatan tersebut menandatangani deklarasi "Live and Let Live Asia-Africa Unity and Diversity". Deklarasi itu sekaligus mempertegas komitmen negara-negara di Asia dan Afrika untuk tetap mengikuti hasil KAA yang diselenggarakan 18 hingga 24 April 1955 atau yang populer disebut Dasasila Bandung. 

IREZ ANGGRAENI

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments