hero

EDITOR : AULIA RAHMAT

12 April 2017, 08:00 WIB

JEPANG

Rendahnya angka kelahiran menjadi masalah pelik yang sedang dihadapi bangsa Jepang. Bayi yang lahir di tahun 2016 tercatat kurang dari satu juta jiwa, angka ini setara dengan jumlah kelahiran di tahun 1899.

Japan's National Institute of Population and Social Security Research memprediksi jumlah penduduk Negeri Matahari Terbit di tahun 2065 akan turun sebanyak 40 juta jiwa. Dari sebelumnya berjumlah 127 juta menjadi 87 juta.

Menurut ahli demografi, penyusutan ini disebabkan keengganan pemuda-pemudi Jepang untuk berkeluarga. Penyebab lain berkurangnya penduduk Jepang adalah tingginya angka perpindahan penduduk ke negara lain.

Sosiolog dari Harvard University, Mary Brinton berpendapat, etos kerja tinggi orang Jepang mempengaruhi kehidupan sosial mereka. Beberepa dekade usai Perang Dunia Ke-2 para wanita bertugas menjaga dan membesarkan anak. Kini, baik pria maupun wanita sama-sama bekerja mencari nafkah. 

"Ini adalah bentuk kematian dalam sebuah keluarga," ujar Brinton kepada Business Insider, Selasa, 11 April 2017.

Pada tahun 2016, penelitian menunjukan jika 70 persen lelaki lajang memilih tidak menjalin hubungan dengan lawan jenis. Sementara wanita lajang, tercatat 60 persen memilih hidup sendiri. Padahal, hati kecil mereka mengatakan tetap ingin memadu kasih dan berkeluarga.

Etos kerja yang tinggi membuat wanita Jepang enggan menikah. (PIXABAY)

Selain masalah kelahiran, banyaknya orang tua di Jepang juga menjadi momok serupa. Pada tahun 2060 penduduk Jepang diprediksi mencapai 88 juta jiwa. 40 persen dari jumlah tersebut adalah orang tua berusia di atas 65 tahun.

Untuk mengatasi persoalan penduduk, Perdana Menteri Shinzo Abe meluncurkan program pengurangan jumlah jam kerja. Sayannya program ini tidak bekerja efektif. Ahli mengatakan, budaya kerja di Jepang telah mengakar begitu kuat.

"Yang harus dilakukan pemerintah Jepang adalah menyubsidi perusahaan untuk membayar upah pekerja wanita," kata Frances Rosenbluth, pengajar Ilmu Politik dari Yale University.

BUSINESS INSIDER | JAPAN TIMES REPORT

1

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments