hero
(The Telegraph)

EDITOR : YAYAN SUPRIYANTO

7 April 2017, 18:05 WIB

INGGRIS

Kesuksesan memang bisa datang dari mana saja. Salah satunya datang ketika kamu sering dihina atau diremehkan oleh orang lain. Inilah yang dialami oleh Ketan Aggarwal.

Ia adalah seorang pria yang berusia 30 tahun dan menderita autisme. Ketan dikabarkan menuntut sebuah tempat gym lokal tempatnya berlatih, yang bernama Virgin Active.

Insiden yang terjadi pada bulan Mei 2015 ini bermula saat ia sering dipanggil 'bodoh' oleh salah satu instruktur di gym tersebut. Perkataan kasar tersebut keluar dari mulut instruktur, karena Ketan memintanya untuk merubah lagu yang sedang diputar. 

Tidak terima dengan perlakuan tersebut, warga London, Inggris ini kemudian menuntut pusat kebugaraan tersebut secara hukum ke pengadilan. Awalnya, ia sempat membuat keluhan resmi ke tempat gym tersebut, namun enggak digubris sama sekali.

Karena merasa diacuhkan, Ketan pun memutuskan untuk membawanya ke ranah hukum dengan tuduhan dikriminasi terhadap penderita keterbatasan mental. Sadar akan masalah yang dihadapinya, Ketan pun mulai mempelajari ilmu hukum secara otodidak.

(The Independent)

Selama dua tahun, ia untuk mempelajari hukum dengan hanya bermodalkan bantuan buku perpustakaan dan sumber online.  Berkat kegigihan dan kerja kerasnya, usaha Ketan pun tidak sia-sia.

Ia berhasil memenangkan tuntutan dan mendapatkan ganti rugi. Padahal saat itu dirinya harus berhadapan dengan firma hukum profesional yang dibayar mahal oleh pihak pusat kebugaran. 

"Ketika seseorang melakukan tindakan diskriminasi terhadap penderita cacat mental, mereka mungkin tidak berpikir akan mendapatkan proses hukum. Rasanya sangat luar biasa bisa memenangkan kasus ini," ujar Ketan.  

Berkat kemenangannya, Ketan berhasil mendapatkan uang sebesar Rp 23 juta dan permintaan maaf resmi dari Virgin Active. Enggak sampai disitu, instruktur yang menjadi tersangka juga dipecat dari tempatnya bekerja.

"Jika saya seorang yang bodoh, saya tidak akan mampu mengalahkannya. Ini adalah bukti kerja keras saya,” tutur Ketan.

Ketan mengaku sangat puas dengan apa yang sudah diperjuangkannya. Kasus ini sendiri kini menjadi perhatian oleh beberapa media. Bahkan pemerintah London sendiri berjanji akan mengkaji ulang tentang perlindungan para penderita cacat mental.

ELITE READERS | INDEPENDENT

 

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments