hero
Kim Jong-nam. (REUTERS)

EDITOR : REZA ADITYA

31 Maret 2017, 13:25 WIB

KOREA UTARA

Pemerintah Malaysia akhirnya mengembalikan jenazah Kim Jong-nam ke otoritas pemerintah Korea Utara. Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak, mengatakan pemulangan jasad Jong-nam atas permintaan dari pihak keluarga.

"Sehubungan dengan sudah selesainya autopsi dan atas permintaan pihak keluarga, kami memulangkan jenazah tersebut ke tanah airnya," kata Najib, seperti dilansir Reuters, Kamis, 30 Maret 2017 malam waktu setempat.

Pemulangan jenazah abang tiri pemimpin tertinggi Korea Utara Kim Jong-un itu juga merupakan bentuk barter dari pembebasan 9 warga negara Malaysia yang ditahan di Negeri Juche. Najib mengaku ada kesepakatan itu dengan pemerintah Korea Utara.

Menurut dia, perjanjian barter itu awalnya sengit dan alot. Kedua kepala pemerintahan ngotot ingin mempertahankan egonya atas nama kedaulatan negara masing-masing.

Kim Jong-nam. (REUTERS)

 

Sebuah mobil van yang membawa jasad Jong-nam terlihat keluar dari rumah sakit menuju ke bandar udara pada Kamis kemarin. Seorang pejabat tinggi Malaysia kepada Reuters mengatakan jenazah Jong-nam akan diterbangkan terlebih dahulu ke Beijing.

"Untuk kemudian menuju Pyongyang," ujar sumber itu. Adapun 9 warga negara Malaysia yang kini telah tiba di Kuala Lumpur pada Jumat dinihari.

Mereka menumpang pesawat Bombardier Global 6000 business jet  dioperasikan oleh Royal Malaysian Air Force. Meski negosiasi antara pemerintah Malaysia dan Korea Utara soal pemulangan jenazah itu tercapai, namun hubungan mereka masih panas.

Polisi Diraja Malaysia tetap ngotot  masih memburu tersangka lain dalam kasus dugaan pembunuhan Jong-nam. Tudingan mengarah ke warga negara Korea Utara yang berada di Negeri Jiran.

Kim Jong-nam tewas dibunuh di Bandara Kuala Lumpur pada 13 Februari 2017 lalu. Polisi Malaysia menahan empat orang yang diduga terlibat, termasuk seorang warga Indonesia.

Kim Jong - Il (kiri depan), dan anak nya paling tua Kim Jong - Nam (kanan depan), Kakak Ipar Kim Jong - Il, Sung Hye-rang, dan dua orang anak nya Lee Nam-ok dan Lee Il-nam. (NY TIMES)

 

Mereka adalah Siti Aisyah, warga negara Indonesia; Doan Thi Huong, warga negara Vietnam; Muhammad Farid Jalaluddin, warga negara Malaysia; dan Ri Jong Chol, warga negara Korea Utara.

Awal Maret kemarin, polisi Malaysia membebaskan Jong Chol karena tidak ada bukti kuat terlibat dalam pembunuhan Jong-nam. Jong Chol kemudian dideportasi ke negara asalnya.

Sedangkan Siti dan Doan perkaranya telah disidangkan di Mahkamah Sesyen dan Majistret Sepang, Malaysia, pada Rabu, 1 Maret 2017.  Keduanya dijerat pasal pembunuhan Undang-Undang Pidana Malaysia dengan ancaman hukuman mati.

REUTERS

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments