hero
Gubernur BI Agus Martowardojo (kiri) dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (kanan) memberikan kesaksian di sidang korupsi e-KTP. (NET)

EDITOR : REZA ADITYA

30 Maret 2017, 12:00 WIB

DKI JAKARTA, INDONESIA

Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta kembali menggelar sidang dugaan korupsi proyek kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) hari ini. Ada sebanyak tujuh saksi yang dihadirkan jaksa penuntut umum dalam sidang keempat ini.

Mereka adalah Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Politikus PDI Perjuangan itu akan memberikan keterangan terkait dugaan rasuah e-KTP. Ganjar pada saat proyek ini berjalan menjabat sebagai mantan Wakil Ketua Komisi II DPR.

"Ya setidaknya mengkonfirmasi di berita acara pemeriksaan itu," kata Ganjar, di persidangan, Kamis, 30 Maret 2017. Ganjar disebut menerima duit senilai US$ 500 ribu. Namun dia berkali-kali membantah terima duit itu.

Dalam surat dakwaan yang dibacakan Jaksa Penuntut KPK terkuak sejumlah nama besar yang di anggap terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan proyek e-KTP dengan potensi kerugian negara mencapai Rp 2,3 Triliun. (ANTARA)

 

Saksi selanjutnya adalah Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo. Agus diperiksa lantaran dalam proyek e-KTP tahun 2011-2012, dia menjabat sebagai mantan Menteri Keuangan RI.

"Saya akan menjelaskan bagaimana sistem angaaran, dan peran menteri keuangan sebagai otoritas fiskal," ujar Agus. "Saya akan menjelaskan proyek dalam pelaksanaannya yang lebih dari satu tahun."

Selain itu, sejumlah saksi yang dihadirkan jaksa adalah mantan anggota Komisi II DPR Miryam S. Haryani serta tiga orang penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi.

(NET.Z/Gabriela)

 

Miryam akan dikonfrontir di hadapan majelis oleh kesaksian penyidik KPK. Musababnya, pada sidang sebelumnya, politikus Hanura itu dalam dakwaan disebut terima duit senilai US$ 23 ribu.

Dia juga pernah membagi-bagikan duit suap dari pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong kepada beberapa anggota Komisi II DPR. Namun, dia mencabut seluruh pegakuannya di hadapan majelis pada sidang 23 Maret 2017 kemarin.

Miryam beralasan kesaksiannya dalam berita acara pemeriksaan (BAP) terpaksa dibuat atas tekanan dari pihak penyidik. Pengakuannya itu membuat heboh dan rencananya dalam sidang kali ini, dia akan dikonfrontir oleh tim penyidik.

Saksi berikutnya adalah anggota Fraksi Partai Demokrat Khatibul Umam Wirano. Dalam dakwaan, dia disebut terima duit senilai US$ 400 ribu. Kemudian anggota Fraksi Partai Golkar Agun Gunandjar Sudarsa. Dia disebut terima uang US$ 1 juta.

Kemudian mantan ketua Fraksi Partai Demokrat Mohammad Jafar Hafsah. Dalam dakwaan dia disebut terima duit senilai US$ 100 ribu. Terakhir, pegawai negeri sipil di Ditjen Dukcapil Kemendagri Dian Hasanah.

MAYFREE SYARI

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments