hero
Bupati Katingan Ahmad Yantenglie dimakzulkan Mahkamah Agung. (ANTARA)

EDITOR : REZA ADITYA

30 Maret 2017, 18:00 WIB

KALIMANTAN TENGAH, INDONESIA

Mahkamah Agung (MA) mengabulkan pemakzulan Bupati Katingan Ahmad Yantenglie yang diajukan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Katingan. Mahkamah menilai, Yantenglie terbukti melakukan perbuatan tercela, melanggar etika karena selingkuh.

"Putusan terkait Bupati Katingan hasilnya kabul permohonan DPRD Katingan Nomor 7 Tahun 2017  karena melakukan perbuatan yang melanggar undang-undang dan perbuatan tercela," kata Juru Bicara MA Suhadi kepada NET.Z, Kami, 30 Maret 2017.

Putusan itu diketuk pada Rabu, 29 Maret 2017. Sidang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim, Supandi; serta dua anggotanya, Sudaryono dan Yulius.

Dalam pertimbangan hukumnya, majelis berpendapat bahwa sebagai seorang kepala daerah, Yantenglie, harusnya menjaga wibawanya dengan tidak berbuat tindakan asusila. Apalagi, kata majelis, status perkawinan melekat dalam setiap pribadi.

Bupati Katingan Ahmad Yantenglie sewaktu diperiksa polisi atas dugaan perselingkuhannya pada 13 Februari 2017. (NET/Topan)

 

Majelis juga menilai Yantenglie bersama teman perempuannya, Farida Yeni, sudah menikah siri. Padahal, Yantenglie dan Farida telah sama-sama memiliki pasangan sah.

"Sehingga oleh karenanya perilaku pejabat tersebut harus dijaga agar sesuai dengan sumpah jabatan yang diucapkannya," demikian bunyi amar putusan majelis hakim.

Putusan ini sudah diserahkan DPRD Katingan. Ketua DPRD Katingan Ignatius Mantir mengatakan dengan adanya putusan itu, maka Yantenglie resmi dimakzulkan dari jabatannya.

"Selanjutnya kami akan menyurati menteri dalam negeri melalui Gubernur Kalimantan Tengah untuk segera menetapkan kepala daerah khususnya Bupati Katingan untuk sisa periode ini," ujar Ignatius.

Kasus perselingkuhan ini terungkap pada 5 Januari 2017 kemarin. Saat itu, petugas polisi Ajun Inspektur Dua, Sulis Heri, baru pulang dari tugas dan mendapati rumahnya di Jalan Aries, Kasongan Lama, Katingan, kosong.

 

Sulis lalu berencana meminta kunci rumah dari istrinya Farida Yeni yang bertugas di Rumah Sakit Mas Amsyar, Kasongan. Namun Sulis tidak menemukan istrinya di sana.

Dari rumah sakit, Sulis mencari Farida hingga ke Jalan Nangka, Kasongan. Di situ ia mendapati istrinya sedang tertidur di dalam kamar bersama Bupati Katingan H. A. Yatenglie dalam keadaan tanpa busana.

Pada 13 Februari 2017, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Katingan menggelar sidang paripurna. Agendanya adalah memakzulkan Yantenglie karena perbuatannya mencoreng nama baik Katingan.

Rekomendasi DPRD itu kemudian diserahkan ke Mahkamah Agung beberapa hari setelah paripurna. Kini, Mahkamah mengabulkan rekomendasi itu. Yantenglie dipecat karena dianggap bersalah.

TOPAN OHARA | TIM LIPUTAN

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments