hero
Suasana pegunungan kota Tiller, Oregon, Amerika Serikat. (DAILYMAIL)

EDITOR : OCTOBRYAN

25 Maret 2017, 06:05 WIB

AMERIKA SERIKAT

Bisnis properti mungkin ide bagus buat investasi. Gareth Zoller, agen properti yang bermarkas di Medford, Amerika Serikat mengatakan, memiliki kota sendiri merupakan impian bagi tiap perusahaan pengembang properti. 

"Ini kesempatan mengembangkan bisnis dari nol, mengerjakannya dengan leluasa dan tidak perlu repot dengan birokrasi," kata Zoller kepada Statesmanjournal.

Peta lokasi kota Tiller. (DAILYMAIL)

Peluang memiliki sebuah kota sendiri terhitung langka. Satu kesempatan itu diantaranya pengumuman penawaran untuk membeli Kota Tiller di selatan Oregon Amerika Serikat dengan harga US$ 3,85 juta atau 50 miliar rupiah.

Zoller mengatakan, ini kesempatan yang sangat langka untuk memiliki 250 hektare lahan sekaligus properti, dengan keleluasaan untuk mengembangkannya dari nol.

Sungai Umpqua berada di sisi selatan kota Tiller. (DAILYMAIL)

"Syaratnya dengan menata semua properti yang ada di kota sebagai satu kesatuan, keuntungan tambahan dari pendapatan dari pajak yang berbeda-beda, dan sebuah sekolah," terangnya. "Menjualnya kembali akan sangat mudah."

Nama kota ini berasal dari nama pendirinya, Aaron Tiller, yang pertama kali mengembangkannya. Kota ini bahkan sudah memiliki kantor pos sendiri sejak tahun 1902.

Kantor pos kota Tiller. (DAILYMAIL)

Kota berketinggian 1.020 kaki ini berada di kawasan yang menjadi tujuan rekreasi alam terbuka, termasuk berkemah, kegiatan berkuda, bersepeda di pegunungan, berburu, serta lokasi pemancingan, seperti berada di lokasi alam terbuka di sepanjang sungai umpqua.

Tidak melulu kegiatan alam terbuka, Tiller juga memiliki potensi pengembangan bisnis hotel, resort, dan restoran yang menjanjikan.

Suasana pegunungan kota Tiller jadi daya tarik tersendiri. (DAILYMAIL)

Lalu bagaimana kehidupan di Tiller? Zoller mengatakan, penduduk kota ini terhitung sedikit, hanya ada 250 orang yang tinggal di sekitarnya. Satu-satunya gereja komunitas di sana, saat hari Minggu di isi sekitar 50 orang jemaat. 

Kota itu mulai ditinggalkan penghuninya ketika bisnis penebangan kayu anjlok di Oregon dan pabrik pengolahan kayu ditutup. "Ketika pabrik ditutup, maka para penebang mulai pergi," ujar Zoller.

SAlah satu sudut kota Tiller. (DAILYMAIL)

Zoller mengaku telah mendapatkan tawaran pembelian dari beberapa orang, termasuk investor dari China, para pengusaha industri farmasi, hingga petani yang ingin memperluas industri ganja legal.

STATEMANJOURNAL

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments