hero
Pekerja mengawasi pekerjaan robot di negara Cina. (SPUTNIK)

EDITOR : OCTOBRYAN

24 Maret 2017, 07:35 WIB

INGGRIS

Penggunaan mesin dan robot untuk proses produksi atau otomatisasi menimbulkan kekhawatiran tersendiri karena semakin minimnya penggunaan tenaga manusia. 

Namun, hal itu ditepis oleh Paul Misener, wakil presiden Amazon Global Innovation. "Kami sudah tidak melihat lagi pengurangan karyawan karena otomatisasi. Kami memperluas hal itu dan terus mempekerjakan orang," ujar Misener, Seperti dikutip dari CNET, Rabu, 15 Maret 2017.

Amazon Mempekerjakan 45 ribu Robot (BUSINESSINSIDER)

Misener berpendapat dengan adanya otomatisasi, peluang pekerjaan makin terbuka lebar. Ia mencontohkan perusahaan Amazon yang mengerahkan robot di gudang dan mengembangkan drone untuk pengiriman barang tetap mempekerjakan 100.000 orang lebih di AS selama 18 bulan ke depan.

"Mereka berjalan beriringan untuk kita," tutur Misener.

Alih-alih menyalahkan teknologi, Misener beranggapan bahwa globalisasi sebagai hal yang mengancam pekerjaan kelas menengah. 

Perusahaan Amazon manfaatkan drone sebagai alat pengantar barang ke pelanggan. (CNET)

"Saya tidak melawan globalisasi, tapi kita harus lebih jelas bahwa itu adalah tekanan di kelas menengah. Teknologi bukan kambing hitamnya," ujarnya.

Baginya, teknologi akan menguntungkan semua orang. Dengan perhitungan ritel e-commerce kurang dari 10 persen, masih banyak celah bagi perusahaan untuk membuat belanja lebih efisien bagi pelanggan.

"Respons yang kami terima sangat positif. Dalam hal ini, itu akan hebat," ujarnya.

CNET

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments