hero
Insiden teror di London. (REUTERS)

EDITOR : REZA ADITYA

23 Maret 2017, 11:50 WIB

INGGRIS

Puluhan orang terluka dan lima tewas dalam serangan teror di Jembatan Westminster dan depan Gedung Parlemen Inggris, pada Rabu, 22 Maret 2017 pagi waktu setempat. Dari korban yang tewas itu, ada sejumlah anggota polisi yang ditikam pelaku teror.

Perdana Menteri Inggris Theresa May mengutuk aksi teror yang terjadi di negaranya. "Para teroris itu sengaja menyerang di jantung kota London, ketika semua orang sedang merayakan kebebebasan berpendapat," kata May, Kamis, 23 Maret 2017.

Warga yang terluka akibat insiden teror di London. (REUTERS)

 

Pejabat Senior Badan Penanggulangan Teroris Inggris Mark Rowley mengatakan serangan dimulai ketika pelaku teror membajak sebuah mobil di kawasan Jembatan Westminster. Penggentar itu melaju kendaraannya dengan cepat dan menabrak orang di sana.

Pelaku kemudian menabrakan mobilnya di tembok Gedung Parlemen hingga menimbulkan suara ledakkan yang keras. Tiga polisi ikut terluka karena ditabrak peneror itu.

Seorang perempuan yang berusaha menyelamatkan korban akibat insiden teror di London. (REUTERS)

 

"Pelaku diketahui satu orang, setelah menabrakan mobilnya, dia keluar dengan membawa senjata api dan tajam," kata Rowley. "Dia melanjutkan menyerang petugas dengan pisau dan berupaya masuk ke dalam kompleks parlemen."

Wartawan Reuters yang saat kejadian berada di dalam kompleks wakil rakyat itu mengaku mendengar suara ledak yang sangat keras. Pewarta itu kemudian melihat ke depan gedung parlemen dan melihat pelaku sedang menusuk petugas polisi.

Petugas berlari merespons serangan teror di London. (REUTERS)

 

Identitas polisi yang tewas ditikam itu adalah Keith Palmer, 48 tahun. Keith bertugas sebagai anggota Kepolisian Kerajaan Inggris dengan masa pengabdian selama 15 tahun.

Sang penggentar ngotot memaksa masuk ke dalam gedung parlemen. Dia memuntahkan peluru dari senjata yang dibawanya. Pada saat itu, bersamaan dengan agenda legislatif sedang dilakukan Parlemen Inggris. May berada di dalamnya.

Polisi masih berjaga di sekitar lokasi kejadian teror London. (REUTERS)

Otoritas keamanan Inggris terpaksa melumpuhkan pelaku dengan timah panas. Polisi masih enggan mengungkap identitas pelaku. Termasuk motif mengacaukan London.

Wali Kota London Sadiq Khan segera memerintahkan untuk menambah pasukan keamanan pascainsiden ini. Dia tak ingin kotanya kembali diserang oleh kelompok teroris.

Serangan teror di London. (REUTERS)

 

"Kita berdiri bersama dalam menghadapi orang-orang yang berusaha menyakiti dan menghancurkan kebersamaan kita," ujar dia. "Kami selalu meyakini bahwa London tak pernah takut dengan teror."

REUTERS

1

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments