hero

EDITOR : OCTOBRYAN

22 Maret 2017, 07:35 WIB

DKI JAKARTA, INDONESIA

Sebagian warga Korea Utara mungkin tidak pernah tahu apa yang disebut internet. Tetapi negara inilah yang oleh Amerika Serikat disebut sebagai biang keladi pembobolan jaringan komputer.

Sebuah kelompok hacker asal Korea Utara, Lazarus, dituding sebagai pelaku serangan siber yang menyasar lembaga di 31 negara, seperti Bangladesh Bank, perusahaan Sony, juga Korea Selatan.

Pemimpin Korea Utara Kim Jong-Un dan petinggi militer memperhatikan sebuah program dari komputer. (NEWYORKTIMES)

Menurut Reuters, perusahaan keamanan siber, Symantec, menyebutkan lewat website resminya, punya bukti-bukti digital bahwa Lazarus ialah pelaku serangan yang menginfeksi korbannya dengan perangkat lunak “Loader”.

“Kami cukup yakin Lazarus yang bertanggung jawab,” kata peneliti Symantec, Eric Chien.

Petinggi Korea Utara memperlihatkan komputer yang digunakan untuk militer. (COMPLEX)

Hasil riset Symantec menunjukkan serangan kali ini lebih canggih dari pada sebelumnya. Meski demikian, perusahaan yang berdiri tahun 1982 ini tidak mengidentifikasi lembaga mana saja yang menjadi korban serangan, dan tidak tahu apakah ada uang yang dicuri Lazarus.

Sementara itu, pimpinan Trail of Bits, lembaga konsultan bank dan pemerintah Amerika Serikat, Dan Guido mengatakan, perkembangan pola serangan hacker tersebut berbahaya.

“Ini menggambarkan eskalasi ancaman yang signifikan,” katanya.

Militer Korea Utara memanfaatkan teknologi komputer. (RT.COM)

Sebelumnya Lazarus telah dicap sebagai hacker penyerang dan pembobol Bank Sentral Bangladesh hingga US$ 81 juta pada 2016. Jaringan Sony Pictures Entertainment pun pernah lumpuh selama sepekan pada 24 November 2016 silam.

Menurut Symantec, Lazarus membuat malware yang diprogram khusus untuk menginfeksi situs lembaga nasional di 31 negara. Jumlah terbesar berada di Polandia, diikuti oleh Amerika Serikat, Meksiko, Brasil dan Chile.

Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un sedang memperhatikan keterampilan prajuritnya dalam menggunakan komputer. (BBC)

Korea Utara saat ini memiliki sekitar 6.000 hacker yang terlatih dalam jajaran militer, ketika hal itu diungkapkan oleh seorang dosen bernama Kim Heung-Kwang yang pernah mengajar di Universitas Pyongyang kepada BBC.

Desertir Korea Utara itu mengatakan banyak dari mantan mahasiswanya melanjutkan ke unit hacking yang dikenal sebagai Biro 121.

REUTERS | BBC

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments