hero
Kim Jong-nam. (TELEGRAPH)

EDITOR : REZA ADITYA

14 Maret 2017, 16:10 WIB

MALAYSIA

Pemerintah Malaysia mengawetkan jenazah Kim Jong-nam, abang tiri pemimpin tertinggi Korea Utara Kim Jong-un. Wakil Perdana Menteri Malaysia Ahmad Zahid Hamidi mengatakan pembalesman dilakukan agar mayat tak membusuk.

"Ya benar, kami melakukan pengawetan terhadap jenazah agar tetap utuh," kata Hamidi, di Kompleks Parlemen Malaysia, Selasa, 14 Maret 2017. "Karena kalau didiamkan di dalam kamar mayat maka lama kelamaan akan membusuk."

Hamidi menilai proses pengawetan jenazah Jong-nam harus dilakukan. Musababnya, sudah lebih dari sebulan jasadnya berada di Rumah Sakit Kuala Lumpur dan hingga kini belum ada pihak keluarga yang datang dan mengambilnya.

Kim Jong-nam tergelatak usai disemprot cairan oleh Siti Aisyah dan Doan Thi Huong pada 13 Februari 2017. (DAILYMAIL)

 

Pengawetan mayat pria berusia 46 tahun dilakukan secara diam-diam oleh kepolisian Malaysia pada Ahad malam kemarin. Mereka berupaya menyembunyikan proses pembalseman jenazah Jong-nam agar terhindar dari dokumentasi para pewarta.

Pemerintah Malaysia akan terus menyimpan jasad Jong-nam sampai pihak keluarga menjemputnya. Sebelumnya, pemerintah Korea Utara mendesak Negeri Jiran untuk menyerahkan kunarpa warga negaranya. Namun selalu ditolak oleh negeri Melayu itu.

Jong-nam yang tewas dibunuh di Bandara Kuala Lumpur pada 13 Februari 2017 lalu. Polisi Malaysia menahan empat orang yang diduga terlibat, termasuk seorang warga Indonesia.

Polisi Malaysia berjaga di depan kamar jenazah Rumah Sakit Kuala Lumpur, tempat mayat Jong-nam disemayamkan. (REUTERS)

 

Mereka adalah Siti Aisyah, warga negara Indonesia; Doan Thi Huong, warga negara Vietnam; Muhammad Farid Jalaluddin, warga negara Malaysia; dan Ri Jong Chol, warga negara Korea Utara.

Awal Maret kemarin, polisi Malaysia membebaskan Jong Chol karena tidak ada bukti kuat terlibat dalam pembunuhan Jong-nam. Jong Chol kemudian dideportasi ke negara asalnya.

Sedangkan Siti dan Doan perkaranya telah disidangkan di Mahkamah Sesyen dan Majistret Sepang, Malaysia, pada Rabu, 1 Maret 2017.  Keduanya dijerat pasal pembunuhan Undang-Undang Pidana Malaysia dengan ancaman hukuman mati.

THE STAR | REUTERS

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments