hero
Sebuah foto mendiang nenek Hindun. (NET)

EDITOR : REZA ADITYA

13 Maret 2017, 15:10 WIB

INDONESIA

Sunengsih kini tak ingin mengungkit kisah prosesi penyelenggaraan jenazah ibunya. Dia memilih mendoakan agar arwah almarhumah diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa.

"Saya tetap menghormati bahwa jenazah ibu saya hanya disalatkan di rumah," ujar Neneng, sapan Sunengsih, di rumahnya di Jalan Karet Karya II, Kelurahan Karet, Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan, Senin, 13 Maret 2017.

Sunengsih merupakan anak terakhir dari Hindun, 77 tahun. Hindun menghembuskan nafas terakhirnya pada Selasa, 6 Maret 2017 siang. Jenazahnya tidak disalatkan di musala Al Mukmin yang jaraknya hanya 50 meter dari rumahnya.

Berbagai spekulasi muncul bahwa pihak musala menolak menyalatkan jenazah Hindun karena perempuan renta itu memilih sang penoda agama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dalam pemilihan gubernur DKI Jakarta kemarin.

Ahok berkunjung ke rumah nenek Hindun. (TWITTER/richardotio)

 

Penolakan itu membuat Hindun hanya disalatkan di rumahnya tanpa ada warga yang ikut. Sunengsih mengakui ibundanya itu mencoblos pasangan Ahok-Djarot dalam pemilihan gubernur kemarin.

Namun, dia tidak mengetahui bahwa isu penodaan agama sebegitu mencuat sampai menyinggung soal kematian seseorang. Dia juga kecewa karena merasakan dirugikan akibat adanya isu agama dalam pemilihan gubernur ibu kota.

Kisah Hindun mengemuka di media sosial. Wali Kota Jakarta Selatan Tri Kurniadi turun tangan mengecek kebenaran penolakan prosesi salat jenazah Hindun, yang dianggap pendukung penoda agama.

"Tapi ketika kami cek langsung, tidak ada permasalahan tidak disalatkan itu," ujar Kurniadi. "Itu disalatkan kok, tidak ada isu-isu pilkada ataupun agama ya."

Sunengsih, anak Hindun. (NET)

 

Pengurus Musala Al Mukmin Syafi'i mengatakan pihaknya tidak menolak menyalatkan jenazah. Namun, Syafi'i mengakui bahwa dialah yang merekomendasikan bahwa prosesi salat mayat sebaiknya digelar di rumah Hindun. 

"Karena pada saat itu hujan, jadi disalatkan di rumahnya," ujar dia. Syafi'i juga mengatakan sejumlah warga turut serta membantu prosesi pemakaman Hindun di Taman Pemakaman Umum Menteng Pulo.

Gubernur DKI Jakarta Nonaktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok langsung bergerak mendatangi rumah Hindun. Di sana, dia juga mengimbau kepada semua pihak untuk tidak mempolitisir isu agama. Apalagi terkait dengan kematian seseorang.

"Saya kira nanti sudah banyak imbauan gitu ya, sudahlah kita ikuti ajaran agama dengan benar saja," ujar dia. "Saya kira ini kasus juga jangan lagi ditulis teman-teman media."

FIKA APRINA | ARKAN DHANU

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments