EDITOR : YAYAN SUPRIYANTO

13 Maret 2017, 05:05 WIB

KOREA UTARA

Sejak Februari 2017 lalu, berita kematian Kim Jong-nam, kakak tiri pemimpin Korea Utara Kim Jong-un ramai di berbagai media. Dari situ, image Korea Utara sebagai negara yang tertutup kembali muncul. Negara ini memang banyak membatasi akses warga, termasuk dalam hal belanja.

Seorang YouTuber bernama Jaka Parker berbagi ceritanya tentang privileged store di Korea Utara yang bernama Pyongyang Shop lewat channel YouTubenya. Ada tiga video yang menceritakan supermarket tersebut dan di-upload pada Agustus 2016 lalu.

Kenapa privileged? Karena enggak semua orang bisa belanja ke toko yang berlokasi di komplek diplomatik, Distrik Munsu ini. Orang yang boleh ke sini cuma warga negara asing, ekspatriat, atau warga Korea Utara yang punya izin masuk ke area diplomatik. Sedangkan bagi warga biasa, haram hukumnya untuk belanja di Pyongyang Store.

Jaka adalah warga negara Indonesia yang sempat tinggal di Korea Utara selama tiga tahun. Dia mengikuti istrinya yang ditugaskan di negara bernama resmi Republik Rakyat Demokrasi Korea ini dari November 2012 hingga Maret 2016.

Ayah dua anak ini juga seorang fotografer yang sengaja merekam kehidupannya sehari-hari. Tujuannya untuk menunjukkan jika kehidupan di Korut enggak beda jauh dengan negara lain.

Untuk merekam kegiatannya selama belanja, Jaka menggunakan kamera Go Pro yang disembunyikan. Lewat cara ini, dia bisa menjangkau berbagai sudut toko secara bebas. Dari video di toko ini, kita bisa lebih tahu secuplik kehidupan di Korea Utara. Berikut beberapa di antaranya:  

Biar Konsumennya Terbatas, Barang di Toko Ini Lengkap

Di video pertama, Jaka memasuki area yang menjual kebutuhan sekunder seperti barang elektronik, baju dan aksesori lainnya. Variasinya lengkap, termasuk barang bermerk seperti parfum. Sedangkan barang-barang elektroniknya banyak yang didatangkan dari Cina.

Lalu di video kedua, terlihat area yang menjual bahan makanan, air galon dan kebutuhan sembako lainnya. Isi di Pyongyang Shop enggak beda jauh dengan swalayan pada umumnya. Mereka menjual bahan kebutuhan pokok, seperti beras, sayur-mayur, bahkan ada tahu yang mirip seperti di Indonesia.

Toko Ini Peduli Soal Makanan Halal

Walaupun berada di negara komunis, toko ini peduli dengan pelanggannya yang beragama Islam. Di bagian depan toko, terdapat poster yang menjelaskan kalau Pyongyang Shop melayani kebutuhan daging halal, seperti daging ayam, kambing dan domba. Sementara produk lain seperti minuman keras dan rokok, ditempatkan di ruangan khusus yang terpisah dari area utama toko.

Mau Belanja? Siapkan Euro, Dolar dan Won

Lewat percakapan Jaka bersama kasir, bisa diketahui kalau transaksi di sini bisa dengan Euro, Dolar atau Won. Kasir beberapa kali menanyakan pilihan mata uang ke Jaka.

Selain siap dengan komputer untuk menghitung belanjaan, mereka juga menyiapkan kalkulator. Alat ini dipakai guna menghitung konversi mata uang. Jadi, konsumen bisa memilih alat tukar yang paling efisien dan enggak boros buat mereka.

Siap-siap Mati Lampu di Swalayan

Dalam salah satu video Jaka Parker, ada momen mati lampu saat transaksi belanja. Tapi petugas toko, terlihat tenang. Dia juga bilang kalau ini hal biasa, jadi konsumen enggak perlu khawatir.

Layanan listrik di Korea Utara memang enggak selalu stabil. Jaka juga menjelaskan hal ini di keterangan dalam YouTubenya. Bahwa dalam sehari, bisa beberapa kali mati lampu.

Tetap Bisa Interaksi Kok

Banyak yang mengira kehidupan di Korea Utara kaku dan sangat sedikit interaksi. Suasana Pyongyang Shop memang terkesan janggal karena enggak banyak orang di dalamnya. Komunikasi Jaka dengan petugas toko juga enggak banyak. Tapi mereka tetap melayani seperti petugas pada umumnya.

Selain itu, Jaka bebas menyapa sesama warga negara asing atau orang Indonesia yang sedang belanja di toko ini. Jadi walaupun enggak rame, interaksi di sini tetap bisa terjalin.

Di akhir video, Jaka terlihat memasukkan barang-barangnya ke dalam bagasi mobil. Plat nomor mobilnya dibuat blur agar tidak ketahuan. Sekarang, Jaka dan keluarganya sudah kembali ke Indonesia. Tapi rekamannya di privileged store ini dapat menunjukkan sebagian sisi Korea Utara ke mata dunia.

YOUTUBE: JAKA PARKER | THE GUARDIAN

20

shares
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments