hero
Massa yang mengamuk karena Presiden Korea Selatan Park Geun-hye dimakzulkan. (REUTERS)

EDITOR : REZA ADITYA

10 Maret 2017, 15:45 WIB

KOREA SELATAN

Putusan Mahkamah Konstitusi memakzulkan Presiden Korea Selatan Park Geun-hye berbuntut kerusuhan. Ribuan massa pendukung Park turun ke jalan berupaya menjebol barikade polisi di depan gedung Mahkamah Konsitusi Negeri Ginseng.

"Akibatnya, dua orang tewas dalam insiden itu," demikian pernyataan kepolisian setempat seperti dilansir, Reuters, Jumat, 10 Maret 2017. "Demonstran juga terlibat adu jotos dengan polisi yang berjaga."

Satu korban tewas telah diidentifikasi. Dia adalah pria berusia 72 tahun. Tubuhnya penuh darah karena terinjak dengan demonstran lainnya saat mencoba menerobos barikade petugas keamanan.

Pendukung Presiden Park turun ke jalan, protes terhadap pemakzulan presidenya. (CHANNEL NEWS ASIA)

 

"Saat hendak dibawa ke rumah sakit terdekat, pria tua itu menghembuskan nafas terakhirnya," ujar keterangan polisi. Sedangkan satu demonstran yang tewas lainnya belum teridentifikasi. Diyakini korban kedua itu tewas dengan cara yang sama.

Massa pendukung Presiden Park ini kecewa dengan putusan Mahkamah Konstitusi. Mereka menuding Mahkamah dalam memutus perkara pemakzulan Park tidak disertai bukti yang kuat.

Sebaliknya, ribuan orang lainnya turun ke jalan menyambut gembira Park diturunkan dari takhtanya sebagai presiden. "Kami puas karena skandal korupsi Presiden Park akhirnya terungkap dan berujung dimakzulkan," kata seorang warga.

Rakyat Korea Selatan yang senang Presiden Park dimakzulkan. (REUTERS)

 

Dua kelompok massa yang mendukung dan mencibir Park sempat bersitegang. Mereka saling melemparkan yel-yel satu sama lain. Namun keadaan cepat dikendalikan polisi.

Sejumlah kalangan memprediksi stabilitas Korea Selatan sampai diselenggarakannya pemilihan presiden goyah. Namun, Perdana Menteri Korea Selatan Hwang Kyo-ahn menjamin negaranya dalam keadaan aman pascapemakzulan Park.

"Kami menghargai keputusan pengadilan konstitusi, kabinet dan pemerintahan ini saya pastikan akan stabil," ujar Hwang, yang kini menjabat juga sebagai presiden sementara Korea Selatan. "Kami akan memastikan keadaan sosial di negara ini terhindar dari konflik."

REUTERS | CHANNEL NEWS ASIA

3

shares
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments