hero
Presiden Korea Selatan Park Geun-hye. (REUTERS)

EDITOR : REZA ADITYA

10 Maret 2017, 10:45 WIB

KOREA SELATAN

Mahkamah Konstitusi Korea Selatan mengetuk palu pengesahan pemakzulan terhadap Presiden Park Geun-hye. Mahkamah memvonis Park terbukti melakukan skandal tindak pidana korupsi.

"Kami menyingkirkan Park dari jabatannya," kata perwakilan pemerintah untuk Mahkamah Korea Selatan, Lee Jung-mi, Jumat, 10 Maret 2017. "Perbuatannya telah mengkhianati kepercayaan masyarakat.  Itu tidak bisa ditoleransi."

Majelis Mahkamah Konstitusi Korea Selatan mengumumkan pemakzulan Park Geun-hye. (REUTERS)

 

Putusan itu diketuk Jumat pagi ini. Enam dari delapan hakim Mahkamah Konstitusi sepakat dengan pemakzulan Park. Dalam pertimbangan hukumnya, majelis menyatakan perbuatan Presiden Korea Selatan kesebelas itu melanggar konstitusi.

Para pengadil juga memerintakan pemilihan presiden Korea Selatan pengganti Park diadakan dalam waktu 60 hari sejak putusan itu diketuk. Park, kata majelis, dilucuti semua fasilitas ekslusifnya dan dinyatakan sebagai warga negara biasa.

Warga Korea Selatan menyambut senang pemakzulan Presiden Park. (REUTERS)

 

Park terlibat skandal korupsi dan kolusi bersama teman dekatnya, Choi Soon-sil. Bersama dengan Choi, Park memeras sejumlah perusahaan multinasional di negeri ginseng itu sejumlah uang dengan nilai yang fantastis.

Duit dari perusahaan besar itu dialirkan ke beberapa lembaga non-profit milik Choi untuk bisnis pribadi. Salah satu perusahaan yang paling disorot adalah Samsung. 

Kasus ini kemudian mencuat ke publik. Sekitar ratusan ribu warga turun ke jalan. Mereka menuntut Park lengser. Momen ini kemudian dimanfaatkan partai oposisi.

Presiden Korea Selatan Park Geun-hye membungkukan badan atas skandal yang menjeratnya, November 2016. (REUTERS)

 

Parlemen lalu menggelar sidang istimewa dengan agenda pemakzulan presiden perempuan terpilih pertama di Korea Selatan itu. Pada 9 Desember 2016, sebanyak 234 anggota parlemen mendukung pemakzulan itu. Hanya 56 yang menolak  Park turun takhta.

Hasil sidang istimewa itu dibawa ke Mahkamah Konstitusi Korea Selatan untuk disahkan. Kini, Park resmi kehilangan jabatan akibat perbuatan batilnya.

REUTERS 

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments