hero
Arsene Wenger di Arsenal. (TWITTER/fs)

NET Soccer Suka-suka

EDITOR : TITO SIANIPAR

8 Maret 2017, 17:20 WIB

INGGRIS

Seperti yang sudah diprediksi, Arsenal tidak mampu membalikkan situasi ataupun memberi kejutan berarti melawan Bayern Muenchen. Bermain di Emirates Stadium, anak asuh Arsene Wenger malah yang kembali dipermalukan di depan The Gooners.

Bahkan lebih tragis lagi. Mereka dikalahkan dengan skor telak 1-5, sehingga jika dijumlahkan The Gunners kalah agregat 2-10 lawan sang wakil Jerman di laga babak 16 besar Champions League 2016-2017.

Sejumlah fans tim meriam London terlihat membawa kertas ataupun banner di tribun Emirates Stadium bertuliskan 'No New Contract' , 'Time to Change', hingga 'Au Revoir Arsene' (Selamat Tinggal Arsene). 

Banner yang dibawa Gooners ini jadi ekspresi hilangnya kesabaran fans pada Sang Profesor. Kinerja klub musim ini membuat frustrasi fans. Lagi, lagi, dan lagi mereka mengulang tren beberapa tahun terakhir yang selalu tersingkir di babak 16 besar UCL. 

Kalah 1-5 dari Muenchen. (TWITTER/Arsenal)

Situasi ini belum diakumulasi sejumlah hasil mengecewakan di Premier League, termasuk mengecilnya peluang Arsenal kembali berada di zona aman 4 besar klasemen. Persaingan di papan atas cukup sengit musim ini.

Tapi jika membicarakan Wenger, salah satu analogi yang cocok bisa diambil dari rumah tangga. Wenger seperti seorang suami kaya namun tidak lagi dicintai. Artinya selain telah memberikan banyak di masa lalu, kejenuhan akan prestasi yang stagnan dan strategi yang tidak lagi jitu membuat karismanya pudar. 

Namun di sisi lain, beberapa tahun ini ia sulit dilepaskan karena selalu mampu membawa Arsenal berada di zona nyaman. Lima tahun terakhir dia tidak pernah absen membawa Arsenal finis di zona Liga Champions. 

Wenger yang tak lagi hebat. (TWITTER/fs)

Di UCL pun, Arsenal selalu mampu tembus dari fase grup yang artinya tidak hanya aman secara gengsi, tapi juga membawa keuntungan berupa pemasukan uang dari match fee, hak siar, uang lolos fase grup, dan lain-lain. 

Wenger dikenal sebagai manajer yang irit belanja, dan malah lebih sering menjual hasil produk jadinya ke tim lain yang lagi-lagi bawa keuntungan. Jadi kembali ke perumpamaan Wenger seorang suami kaya yang tidak lagi dicintai, Arsenal diibaratkan seperti sang istri dibuat pusing. 

Di satu sisi keluhan dari mertua (pemilik klub dan jajaran manajemen) maupun fans (teman dan sahabat) kerap hilang timbul. Kadang mereka suka lupa sejenak bahwa Wenger sudah tidak lagi punya karisma seperti dulu. 

Walcott pencetak satu-satunya gol ke Muenchen. (TWITTER/Arsenal)

Ibaratnya teman, kerabat hingga orang tua sang istri ternyata mudah terlena di saat mereka ikut kecipratan keuntungan dari sang suami kaya. Namun perlahan mata para suporter semakin terbuka. 

Mereka semakin intensif menyuarakan keinginan untuk adanya perubahan suasana baru di kursi pelatih. Dengan masa kontrak yang sudah tinggal menunggu hitungan bulan, akhir musim ini jadi penentuan nasib Wenger. 

Wenger bisa kembali menyelamatkan sedikit mukanya musim ini dengan kembali mengantar Arsenal menembus zona Liga Champions. Atau dengan memenangkan trofi minor yang tersisa; FA CUP. 

Wenger bersama Ozil. (TWITTER/Arsenal)

Tetapi satu masalah yang bisa merusak skenario penyelamatan darurat Wenger adalah keharmonisan hubungannya dengan pemain andalan musim ini Alexis Sanchez. Baru-baru ini pemain asal Chile tersebut terang-terangan menyatakan keinginannya untuk pergi dari Emirates Stadium di akhir musim. 

Pernyataan tersebut pun membuat kubu The Gunners kebakaran Jenggot termasuk Wenger yang buru-buru angkat bicara. Gengsi Wenger kembali diuji di sini; apakah dia mampu kembali menjalin hubungan baik dengan sang pemain.

Pilihan lain Wenger terhadap Alexis adalah memberi hukuman atas arogansi sang pemain. Tapi resikonya, Arsenal bisa terlempar dari persaingan merebut jatah liga Champions musim depan ataupun juara FA Cup. 

Penyerang Alexis Sanchez. (TWITTER/Arsenal)

Jika skenario kedua yang terjadi, maka Wenger pun sudah tidak punya pegangan untuk menopangnya dari ancaman pemecatan. Well, apapun masih bisa terjadi. Masih ada beberapa bulan untuk melihat drama apa yang bakal terjadi di akhir musim ini untuk Arsenal, Wenger, fans, hingga Alexis Sanchez. 

PANJI SURYONO, Host NETSoccer

2

shares
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments