hero

EDITOR : MATHILDA RINALDI

8 Maret 2017, 14:15 WIB

JEPANG

Bicara tentang budaya masyarakat Jepang kekinian, mustahil mereka mengabaikan "Vending Machine" atau mesin penjual otomatis. Di Tokyo, vending machine hampir ada setiap blok, di lorong-lorong bawah tanah, di depan toko-toko, di daerah perumahan maupun komersial.

Secara nasional, di Jepang ada lebih dari 5 juta vending machine.

Jepang menjadi negara dengan jumlah vending machine terpadat di seluruh dunia. Menurut Japan Vending Machine Manufacturers Association, keberadaan satu vending machine ada per setiap 23 orang.Vending machine menjual variasi barang yang luar biasa,berbagai jenis minuman ringan, kopi, teh, rokok, permen, sup, makanan panas, dan bahkan sake dan bir.

Coba deh ketik kata kunci “vending machine in Japan” di Google. Setidaknya, kamu akan menemukan 12 jenis vending machine di Jepang. Ada 18 hal yang dapat kamu beli, 9 hal gila, dan 7 hal aneh yang dijual di mesin penjual itu. 

Nah, di balik vending machine rupanya ada budaya yang unik pada masyarakat Jepang, khususnya masyarakat Tokyo. Budaya unik itu terkait dengan etos kerja dan kenyamanan mereka.

Jadi mengapa mesin-mesin penjual itu ada di mana-mana? Sosiolog dan ekonom menawarkan lima jawaban potensial.

1. Ongkos Tenaga Kerja
Robert Parry, dosen ekonomi dari Japan’s Kobe University, menyebutkan tingginya biaya tenaga kerja menjadi alasan penggunaan
vending machine. Hal itu terjadi sejak 1998.

"Dengan pertumbuhan ekonomi pasca perang yang spektakuler, biaya tenaga kerja di Jepang meroket," tulis Parry.

McEachern dalam buku tentang ekonomi makro (2008), menunjukkan vending machine sebagai solusi untuk masalah-masalah tersebut di Jepang. Mesin sebagai pengganti dari SDM atau pedagang.

2. Kepadatan Penduduk Tinggi
Kepadatan penduduk ini memaksa warga kota tinggal di apartemen. Sehingga orang Jepang tidak memiliki banyak ruang untuk menyimpan barang-barang konsumsi mereka. Alhasil tidak banyak ritel berada di Jepang.

"Dalam konteks terbatasnya ruang, vending machine menghasilkan lebih banyak pendapatan daripada ritel bisa," Parry menyimpulkan.

3. Rendahnya Kejahatan
Norma yang berlaku di Jepang sangat kuat. V
ending machine  memiliki kamera CCTV yang tersambung langsung ke polisi, jika ada penyimpangan atau upaya membuka paksa mesin, akan langsung ditindak polisi.

4. Masyarakat Berbasis Uang Koin
Berbeda dengan negara-negara maju lain yang lebih mengandalkan kartu kredit, di Jepang banyak fasilitas yang hanya menerima uang tunai. Sehingga jika kamu ke Jepang, harus selalu sedia uang tunai, bukan uang kertas, tapi koin. Koin di Jepang memiliki denominasi tinggi mulai 50, 100, dan 500 yen ($ 1 = ¥ 112).

5. Serba Otomatis
Jepang terobsesi pada otomatisasi dan robot, menurut wartawan Tsutomu Washizu pada The Japan Times (2007). Washizu yang menulis buku tentang sejarah
vending machine otomatis di Jepang. Menurutnya, obsesi itu membuat penggunaan mesin di Jepang sangat populer.

"Tidak ada negara lain yang memiliki begitu banyak otomatisasi. Orang-orang Jepang menjunjung tinggi sistem otomatis," kata Washizu.

BUSINESS INSIDER

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments