hero
Hutan dan alam liar. (PIXABAY)

EDITOR : REZA ADITYA

5 Maret 2017, 15:00 WIB

INDONESIA

Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) menyerukan kepada semua negara memerangi kejahatan lingkungan yang terorganisir. Tindak kriminal yang dimaksud seperti perburuan ilegal dan perdagangan gelap yang merusak alam.

"Saya mendesak semua negara untuk mengkriminalisasi seseorang yang memiliki satwa liar secara ilegal," kata Direktur Eksekutif UNODC Yury Fedotov, melalui keterangan pers yang diterima NET.Z, Sabtu, 4 Maret 2017.

UNODC (United Nations Office on Drugs and Crime) adalah badan PBB yang menangani kejahatan terorganisasi trans-nasional dan narkotik. Lembaga itu juga menyoroti banyaknya kasus kriminal yang terjadi di alam liar.

Ilustrasi lingkungan hidup dan alam liar. (PIXABAY)

 

Pernyataan Yury itu sehubungan dengan peringatan Hari Alam Liar atau World Wildlife Day yang diselenggarakan pada 3 Maret 2017 kemarin lusa. 

Dia juga menekankan setiap negara harus memiliki kebijakan mengurangi permintaan atas hasil-hasil kejahatan yang berasal dari alam liar. Khususnya, binatang yang dilindungi.

"Dan setiap negara harus mempromosikan mata pencaharian berkelanjutan bagi masyarakat yang terkena dampak," ujar dia. "Sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan."

Yury menginginkan semua negara yang meratifikasi konvensi PBB tentang Kejahatan Trans-nasional dan Korupsi harus menciptakan suatu sistem peradilan yang kuat. Salah satu negara yang ikut meratifikasi konvensi itu adalah Indonesia.

Hari Alam Liar ditetapkan oleh PBB setiap tanggal 3 Maret. Deklarasinya dimulai pada tahun 2013 lalu. Tahun 2017 ini, tema peringatannya adalah "mendengar suara muda" dan ini dibuat untuk menumbuhkan kesadaran akan alam pada generasi muda.

TITO SIANIPAR

1

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments