hero
Crane yang jatuh di Masjidil Haram pada tahun 2015. (NET)

EDITOR : REZA ADITYA

4 Maret 2017, 16:00 WIB

INDONESIA

Keluarga dan korban insiden jatuhnya crane di Masjidil Haram pada tahun 2015 lalu menagih janji Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud terkait dana ganti rugi. Mereka belum mendapat santunan.

"Jadi kami sekeluarga sangat berharap yang diucapkan Raja Salman," ujar Habibah, anak dari Masnauli Boru Hasibuan, Sabtu, 4 Maret 2017. "Supaya kami bisa berangkat ke sana dan berziarah ke makam ibu kami."

Habibah memegang foto ibunya, Masnauli, yang menjadi korban jatuhnya crane pada tahun 2015 di Masjidil Haram. (NET)

 

Masnauli merupakan jemaah haji asal Indonesia yang menjadi korban jatuhnya alat angkut di tanah suci dua tahun lalu. Dia tewas dan jenazahnya dimakamkan di Arab.

Hingga saat ini, pihak keluarga belum menerima santunan sebagaimana yang pernah dijanjikan Raja Salman. "Kami sangat sedih terhadap ibunda kami, cuma itu harapan kami satu-satunya," kata Habibah.

Jemaah haji lainnya yang menjadi korban jatuhnya crane adalah Zulfitri Zaini, warga Solok, Sumatera Barat. Perempuan 58 tahun itu kakinya patah dan harus diamputasi pada musibah itu.

Korban jatuhnya crane Zulfitri menuntut ganti rugi ke Raja Arab Salman. (NET)

 

Dia kecewa dengan Kerajaan Arab lantaran sampai saat ini belum menanggung biaya pengobatan. Bahkan untuk membeli kaki palsu, Zulfitri terpaksa mengeluarkan duit pribadi.

Di Makassar, pasangan suami istri Subandi dan Hajrah juga menuntut Raja Salman menunaikan janjinya. Pada saat kejadian itu, Subandi mengalami retak di bagian kanan kepalanya.

Sedangkan Hajrah beruntung tak mengalami luka-luka lantaran berada cukup jauh dari lokasi kejadian. Namun Hajrah tak kuasa melihat kondisi suaminya yang kini mengalami cacat permanen.

Korban crane asal Makassar Subandi. (NET)

 

Pada 11 September 2015, crane jatuh di Masjidil Haram, Mekah, Arab Saudi. Insiden itu mengakibatkan 107 jemaah haji dari berbagai negara tewas. Sedangkan 238 orang lainnya terluka.

Dari jumlah korban, itu 10 jemaah asal Indonesia tewas dan 41 luka-luka. Kerajaan Arab Saudi saat itu berjanji akan memberikan kompensasi bagi korban atau ahli warisnya.

Namun hingga kini, janji itu tak kunjung terealisasi. Kedatangan Raja Salman ke Indonesia pada 1 Maret 2017 kemarin diharapkan menepati komitmen untuk membayar ganti rugi bagi korban.

Direktur Perlindungan WNI dan Bantuan Hukum Kementerian Luar Negeri Lalu Muhammad Iqbal melalui keterangan tertulisnya mengatakan proses verifikasi korban jatuhnya crane sudah selesai.

Iqbal mengatakan saat ini kementeriannya masih menanti diterbitkannya cek dari Kementerian Keuangan Arab Saudi. Setelah itu, baru kemudian akan disitribusikan kepada keluarga korban secara adil.

TIM LIPUTAN

2

shares
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments