hero
Ilustrasi perempuan korban narkotika. (ABC)

EDITOR : TITO SIANIPAR

3 Maret 2017, 07:20 WIB

AUSTRIA

Laporan Dewan Pengandalian Narkotika Internasional (INCB) merilis laporan tahun 2016. Salah satu yang paling menonjol adalah meningkatnya jumlah perempuan yang terlibat penyalahgunaan narkotika.

"Kami ingin mengubah persepsi dan mengingatkan publik, terutama pemerintah, tentang pentingnya melindungi perempuan," kata Presiden INCB Werner Sipp dalam siaran pers yang diterima NET.Z, Kamis, 2 Maret 2017.

"Hak-hak perempuan yang menggunakan narkotika atau yang disangka dan dipersalahkan dalam kejahatan narkotika perlu dilindungi, termasuk hak-hak keluarga mereka," ujar Werner.

Dalam laporannya, INCB mendorong pemerintah negara-negara untuk mempertimbangkan posisi perempuan dalam kebijakan dan program anti narkotika. 

Presiden INCB Wener Sipp. (INCB)

Pemerintah harus menjadikan perempuan prioritas terkait akses akan pelayanan kesehatan. INCB juga sekaligus mendorong koordinasi dengan berbagai pihak utnuk mencegah penyalahgunaan narkotika oleh perempuan.

Menurut INCB, sepertiga dari seluruh pengguna narkotika di dunia adalah perempuan. Tapi ironisnya, perempuan hanya seperlima dari penerima pelayanan kesehatan atau pengobatan narkotika.

Kondisi yang lebih mengkhawatirkan adalah keterkaitan antara perempuan pekerja seks dengan penggunaan narkotika. Narapidana perempuan dan pekerja seks dinilai adalah kelompok yang rentan menjadi korban narkotika.

Perempuan pekerja seks. (REUTERS)

Laporan INCB menyebut ada perempuan yang menjadi pekerja seks untuk memenuhi kebutuhan narkotikanya. Sementara perempuan pekerja seks menggunakan dan tergantung pada narkotika karena profesinya tersebut.

Akibatnya infeksi HIV dan gangguan mental menjadi penyakit yang lazim di kalangan perempuan pengguna narkotika. Apalagi perempuan yang harus dipenjara karena adalah pengguna atau kejahatan kepemilikan narkotika dalam jumlah kecil.

Di dalam penjara sekalipun, perempuan yang dipisahkan dari komunitas dan keluarga, membuat mereka semakin menderita. Perempuan digolongkan sebagai kelompk rentan dan bisa meningkatkan resiko depresi serta gangguan kejiwaan.

Perempuan dalam penjara menunggu kunjungan anaknya. (REUTERS)

Oleh karena itu, INCB menyarankan pentingnya untuk mengerti kebutuhan khusus perempuan pengguna narkotika dan penanganannya. Sekaligus mengusulkan pengguna narkotika tidak perlu dihukum penjara.

INCB adalah dewan independen yang berada dalam lingkup kerja UNODC (United Nations Office on Drugs and Crime atau badan PBB yang menangani kejahatan terorganisir dan narkotika. UNODC bermarkas di Wina, Austria.

TS

1

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments