hero

EDITOR : YAYAN SUPRIYANTO

2 Maret 2017, 14:05 WIB

JAKARTA, INDONESIA

Mendirikan sebuah negara tidaklah mudah, butuh proses yang panjang untuk menyiapkannya. Pengakuan secara de facto dan de jure diperlukan agar menjadi negara berdaulat. Dirangkum dari Listverse, berikut ini lima negara yang berjuang untuk berdiri dan mungkin belum pernah kamu dengar sebelumnya:

Republik Lakota

(Wikipedia)

Terletak di Amerika Utara, Republik Lakota yang memiliki ukuran sebesar Suriah. Republik Lakota adalah tanah air bagi suku kuno dari Lakota Sioux. Pada tahun 1868, suku Lakota menandatangani kesepakatan dengan pemerintah AS yang memberi hak untuk wilayah tersebut.

Kedaulatan dari negara ini masih dipertentangkan, pada tahun 2007. Suku Lakota membuat petisi secara formal untuk Washington, meminta permohonan untuk menjadi bangsa yang berdaulat. Sampai tahun 2015, Lakota masih menganggap negara mereka sebagai negara yang merdeka dan terus berjuang untuk diakui secara internasional.

Balochistan

 (Line Of Freedom)

Tanggal 11 Agustus 1947 menjadi hari penting bagi negara ini, karena mereka mengklaim Inggris secara resmi mengakui wilayah mereka sebagai sebuah negara. Di sisi lain, Pakistan mengklaim empat provinsi yang membentuk Balochistan justru bergabung dengan negaranya.

Balochistan terus mendesak mendapatkan kemerdekaan secara penuh dari Pakistan atau setidaknya otonomi secara penuh. Tetapi faktanya, Balochistan merupakan sebuah provinsi di Pakistan dengan Quetta sebagai ibu kota provinsinya.

Abkhazia

(america.aljazeera)

Negara ini memiliki pasukan militer sendiri, pemerintahan, sebuah bank nasional, paspor sendiri, dan pengakuan dari setidaknya empat negara anggota PBB yaitu Rusia, Nikaragua, Venezuela, dan Nauru.

Secara de facto, Abkhazia yang memiliki luas 8.600 kilometer persegi ini diakui sebagai negara republik. Tetapi, Georgia masih mengklaim Abkhazia sebagai wilayah kedaulatannya.

Rusia yang mengakuinya pada 26 Agustus 2008 bersamaan dengan pengakuan kedaulatan Ossetia Selatan. Abkhazia terletak di pantai timur Laut Hitam, berbatasan dengan Federasi Rusia di utara.

Barotseland

(Barotseland.info)

Sebuah hamparan dataran yang sering banjir di tengah Afrika, kira-kira seukuran dengan Inggris ini menganggap dirinya sebagai negara termuda di dunia. Pada bulan Maret 2012, Dewan Nasional Barotse memutuskan untuk secara sepihak mendeklarasikan kemerdekaan dari Zambia setelah perjanjian kedua negara tersebut rusak.

Menurut kerajaan Barotseland, perjanjian tahun 1964 yang berisikan penggabungan dengan Zambia seharusnya memberikan kerajaan tersebut otonomi penuh. Sampai saat itu, wilayah ini pernah menjadi bangsa yang merdeka, namun sekarang pemerintah Zambia telah memilih untuk mengabaikan permohonan tersebut sepenuhnya.

Kini Barotseland adalah wilayah di bagian barat Zambia dan merupakan tempat tinggal orang Lozi atau Barotse yang sebelumnya disebut Luyi atau Aluyi.

Ossetia Selatan

(All World Wars)

Sebuah hamparan kecil di utara Georgia, Ossetia Selatan memiliki hampir 4.000 kilometer persegi. Para warganya percaya wilayah mereka merupakan bangsa yang merdeka.

Mereka memiliki bahasa mereka sendiri yang berbeda dan etnis yang lebih dekat dengan Rusia dibandingkan Georgia. Seperti Abkhazia, mereka juga menanggapi pecahnya Uni Soviet dengan menyatakan kemerdekaan.

Jika secara de facto Ossetia Selatan diakui sebagai negara republik, tetapi Georgia masih mengklaim bahwa Ossetia Selatan sebagai wilayah kedaulatannya. Kedaulatan republik ini tidak diakui secara internasional, kecuali Rusia yang mengakuinya pada 26 Agustus 2008 bersamaan dengan pengakuan kedaulatan Abkhazia.

Georgia tidak mengakui status Ossetia Selatan sebagai suatu entitas tersendiri. Pemerintah Georgia justru menamakan republik ini dengan nama lamanya yaitu Samachablo atau kini disebut wilayah Tskhinvali.

LISTVERSE | WIKIPEDIA

5

shares
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments