hero
Hatta Ali dilantik menjadi ketua Mahkamah Agung oleh Presiden Joko Widodo. (NET/Dani)

EDITOR : OCTOBRYAN

1 Maret 2017, 12:20 WIB

JAKARTA, INDONESIA

Dengan suara bergetar, Hatta Ali mengucap sumpah jabatan sebagai Ketua Mahkamah Agung di hadapan Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan, Rabu, 1 Maret 2017.

"Demi Allah saya bersumpah akan menjalankan peraturan perundangan dengan sebaiknya sesuai UUD 1945 serta berbakti kepada nusa dan bangsa," ucap Hatta Ali.

Hatta Ali mendapatkan ucapan selamat dari Wakil Presiden Jusuf Kalla usai dilantik menjadi Ketua Mahkamah Agung. (NET/DAni)

Sebelumnya, Hakim Agung Hatta Ali terpilih kembali sebagai Ketua Mahkamah Agung periode 2017-2022. Dalam proses pemilihan itu, Hatta memperoleh dukungan 38 suara dari 47 hakim agung dalam pemilihan yang digelar di Ruang Atmadja, Mahkamah Agung, 14 Februari silam.

Meski terpilih untuk lima tahun mendatang, Hatta hanya akan menduduki posisinya dalam tiga tahun kedepan. Sebab, usianya kini memasuki 67 tahun, sementara usia pensiun hakim agung adalah 70 tahun. 

Ketua Mahkamah Agung M Hatta Ali berfoto di samping papan tulis penghitungan suara seusai sidang pemilihan Ketua Mahkamah Agung. (ANTARA)

"Dalam sisa waktu inilah, saya berusaha memanfaatkan semaksimal mungkin apa yang bisa saya berikan kepada negara dan kepada Mahkamah Agung," ujar Hatta.

Hatta berjanji akan menjawab kepercayaan para hakim agung yang telah memilihnya kembali menjadi Ketua Mahkamah Agung. Janji itu termasuk upaya pembersihan terjadinya sifat koruptif dalam tubuh lembaga yudikatif tersebut.

"Pembersihan di tubuh MA semakin kita tingkatkan, itulah yang membuat lembaga ini makin dewasa termasuk penegakan disiplin internal", tambahnya.

Suasana sejumlah Hakim Agung menghadiri sidang pemilihan Ketua Mahkamah Agung di gedung MA, Jakarta, Selasa, 14 Februari 2017. (ANTARA)

Hatta menjelaskan, terobosan cara pengawasan dengan melakukan penyamaran di lingkungan pengadilan beberapa waktu lalu membuktikan masih adanya sejumlah pelanggaran yang dilakukan oleh para hakim dan panitera.

"Saya tidak membantah masih banyak pelanggaran dilakukan oleh pejabat pengadilan, fokus pengawasan kita disini, apabila terjadi pelanggaran kode etik akan kami tuntaskan," tegas pria asal Sulawesi Selatan tersebut.

PRIHARDANI PURBA

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments