hero
Presiden Filipina Rodrigo Duterte. (REUTERS)

EDITOR : REZA ADITYA

1 Maret 2017, 08:30 WIB

FILIPINA

Presiden Filipina Rodrigo Duterte meminta maaf kepada pemerintah Jerman atas kematian Jurgen Gustav Kantner yang dipenggal oleh kelompok militan Abu Sayyaf. Duterte menyesal tak bisa selamatkan Kantner.

"Saya sangat menyesal bahwa ada warga negara Jerman telah dipenggal," kata Duterte, Selasa, 28 Februari 2017. "Saya menyampaikan duka kepada keluarga korban dan seluruh warga Jerman."

Kapal yang ditumpangi Jurgen Kantner setelah disandera Abu Sayyaf pada November tahun lalu. (AP)

 

Duterte mengatakan pasukan militer Filipina sudah berupaya membebaskan Kantner dari cengkeraman Abu Sayyaf. Dia ingin pembebasan sandera yang ditahan kelompok sadistis itu dilakukan dengan cara militer.

"Tapi kami mengakui berbagai operasi militer penyelamatan terhadap sandera kali ini gagal," ujar Duterte. "Tapi setidaknya kami sudah berupaya dan tidak mengikuti mereka untuk membayar uang tebusan."

Kantner merupakan warga negara Jerman yang hobi berlayar mengelilingi dunia. Dia diculik bersama istrinya, Sabine Merz di sekitar perairan Kepulauan Sulu pada November tahun lalu oleh Abu Sayyaf.

Keterangan Polisi Filipina, komplotan teroris Islam itu mencegat kapal yang dinahkodai Kantner saat sedang berlayar di perairan sekitar. Dalam peristiswa itu, Sabine tewas dibunuh.

Jurgen Kantner saat disandera kelompok Abu Sayyaf, (INQUIRER)

 

Sedangkan Kantner, dibawa ke salah satu hutan di Jolo untuk ditawan. Pimpinan Abu Sayyaf meminta tebusan senilai US$ 605 ribu untuk pembebasan pria berusia 70 tahun itu kepada pemerintah Jerman.

Mereka memberikan tenggat waktu sampai dengan 26 Februari 2017. Namun pemerintah Jerman tidak merespons permintaan itu.

Gembong teroris itu geram. Mereka kemudian melansir video pemenggalan Kantner di sebuah hutan terpencil di Jolo.

Kantner dikenal sebagai pelaut yang hobi berlayar di sekitar perairan berbahaya. Pada tahun 2008, dia diculik bajak laut saat sedang berlalu di perairan Somalia.

Walhasil, Kantner bersama istrinya disekap bajak laut Negeri Hitam itu selama 52 hari. Dia bisa bebas karena pada saat itu pemerintah Jerman membayar uang tebusan kepada para perompak.

INQUIRER

 

 

 

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments