hero
Alat berat yang digunakan untuk renovasi Masjidil Haram jatuh dan menimpa jemaah haji. (REUTERS)

EDITOR : OCTOBRYAN

28 Februari 2017, 14:40 WIB

INDONESIA

Raja Salman bin Abdulaziz Al-Saud akan datang ke Indonesia, momen kunjungan Raja Saudi tersebut diharapkan masyarakat, khususnya para korban insiden jatuhnya alat crane di Masjidil Haram pada September 2015 lalu untuk menagih janji pemerintah Saudi.

Salah satu yang menagih janji itu ialah jemaah haji asal Maros, Sulawesi Selatan bernama Subandi. Pasalnya, peristiwa itu menyebabkan dirinya mengalami cacat permanen.

Subandi menunjukkan foto ketika menunaikan ibadah haji 2015 silam. (NET/Nasrudin)

"Crane tersebut roboh dan patahannya menimpa tubuh saya," lirih pria berusia 52 tahun itu mengingat kejadian yang menimpanya, Selasa, 28 Februari 2017.

Peristiwa tersebut terjadi saat ia dan istrinya menunggu salat magrib di Masjidil Haram. Mereka dikejutkan dengan suara yang menggelegar dari dari atas Masjid saat badai datang. 

Subandi menunjukkan bekas luka akibat tertimpa reruntuhan crane. (NET/Nasrudin)

"Kami tidak sempat menghindar, alhamdulillah istri saya selamat," tambahnya.

Akibatnya, korban yang juga anggota Polri berpangkat Aiptu itu dirawat 18 hari di dua rumah sakit di Arab Saudi. Meski sempat kritis, namun Subandi bersyukur karena semua rukun haji masih bisa dilaksanakannya.

Subandi mendapat perawatan 18 hari di rumah sakit akibat luka yng dideritanya. (NET/Nasrudin)

"Hanya beberapa ibadah sunahnya terlewati karena kondisi fisik saya masih lemah," kenangnya. " Kini tubuh bagian kiri saya tidak normal lagi."

Usai peristiwa tersebut, lanjut Subandi, Raja Arab Saudi itu berjanji memberikan santunan 1 juta Riyal atau sekira Rp 3,8 miliar untuk keluarga korban meninggal. Sementara untuk korban yang cacat fisik tetap disantuni 500 ribu Riyal atau Rp 1,9 miliar.

Istri Subandi,  Hajrah berharap pemerintah Saudi menepati janjinya. (NET/Nasrudin)

Tidak hanya itu, Pemerintah Arab Saudi juga berjanji akan memberangkatkan haji gratis bagi dua orang keluarga korban. Namun, hingga kini realiasasi itu tidak pernah ada.

"Mudah-mudahan raja Salman menepati janjinya," harap Subandi.

Zulfitri Zaini, jemaah haji asal Solok Sumatera Barat terpaksa menggunakan kaki palsu akibat tertimpa crane. (NET/Rio)

Harapan serupa juga datang dari Zulfitri Zaini, jemaah haji asal Solok, Sumatera Barat. Peristiwa memilukan tersebut mengakibatkan salah satu kakinya terpaksa diamputasi tim dokter Arab Saudi karena tertimpa beton.

Ibu tiga anak ini hanya bisa meneteskan air mata mengingat hal tersebut, penderitaan yang dirasakan menyebabkan wanita berusia 58 tahun ini harus mengeluarkan uang puluhan juta rupiah untuk menyembuhkan luka tersebut.

Zulfitri harus mengeluarkan uang puluhan juta untuk perawatan pasca tertimpa crane di Arab Saudi. (NET/Rio)

"Termasuk membeli kaki palsu, klaim asuransi juga ditolak," ujar Fitri.

Subandi dan Zulfitri merupakan sebagian dari 53 jamaah haji asal Indonesia korban crane di Masjid Haram Mekkah, 11 September 2015 silam. 

Alat berat jatuh menimpa jemaah haji di Masjidil Haram. (REUTERS)

Musibah crane yang jatuh menimpa jemaah haji di Mekah, Arab Saudi, terjadi akibat crane jatuh di area perluasan Masjidil Haram. Masjid suci bagi umat Islam ini diperluas oleh pemerintah setempat dan ditargetkan selesai pada 2020 agar mampu menampung 1,85 juta jemaah.

Proyek perluasan ini merupakan yang terbesar sepanjang sejarah Masjidil Haram. Saat ini masjid dengan sembilan menara itu mampu menampung 900 ribu jemaah. Di musim haji angka itu meningkat menjadi empat juta jemaah.

NASRUDDIN ZAELANY | RIO PUTRA

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments