hero

EDITOR : OCTOBRYAN

28 Februari 2017, 12:35 WIB

DKI JAKARTA, INDONESIA

Ketua Front Pembela Islam Muhammad rizieq Shihab memberikan keterangan sebagai saksi dalam sidang lanjutan kasus dugaan penistaan agama dengan terdakwa Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Dalam kesaksiannya sebagai ahli agama, Rizieq mengatakan, ada beberapa ucapan Ahok yang dianggap merendahkan Al-Quran dan ulama saat berpidato di Kepulauan Seribu.

Terdakwa kasus dugaan penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama memperhatikan Habib Rizieq saat menjalani sidang lanjutan di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta. (ANTARA)

"Pertama, kalimat jangan percaya sama orang. Saya ingin katakan kalimat ini mengajak masyarakat untuk tidak memilih non muslim sebagai pemimpin, untuk tidak percaya kepada siapapun," ujar Rizieq di persidangan, Selasa, 28 Februari 2017.

Kedua, lanjut Rizieq, pernyataan 'enggak pilih saya' itu merujuk bahwa konteks pidato Ahok ketika itu sudah mengarah Pilkada DKI.

Pemimpin Front Pembela Islam Rizieq Shihab saat mengikuti di Gedung Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan. (ANTARA)

Menurutnya, tidak ada hubungan antara budidaya perikanan di Pulau Pramuka dengan maksud dari kalimat yang diucapkan Ahok.

"Itu sudah masuk ranah Pilkada," lanjutnya.

Selanjutnya, Rizieq mempersoalkan pernyataan 'dibohongi pakai Al-Maidah 51'. Baginya, kalimat tersebut sudah mengarahkan umat Muslim bahwa selama ini sudah dibohongi oleh pemimpin lain menggunakan ayat tersebut.

Suasana sidang lanjutan dugaan kasus penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta. (ANTARA)

"Siapa yang dibohongi? Tentu orang Islam yg hadir mendengarkan pidato itu. Lantas siapa yang bohongi umat Islam, tentu orang yang gunakan Al-Maidah 51 siapapun dia," tegas Rizieq.

"Konotasinya ditujukan orang yang wahyukan Al-Maidah 51 atau bisa juga ditujukan ke Al-Qurannya," lanjutnya.

Puluhan ribu massa melakukan aksi damai tuntut Ahok segera diadili 4 November 2016 silam. (NET)

Pentolan FPI itu menjelaskan bahwa tak selayaknya non-Muslim membahas ayat suci agama Islam. Bahkan di kalangan Muslim pun, hanya yang memiliki pemahaman agama mendalam yang boleh membincangkan dan menafsirkan Alquran.

"Kebenaran Al-Quran masalah fundamental, gak usah bicara itu, bukan domainnya Ahok," pungkas Rizieq.

Lima hakim dalam sidang lanjutan kasus dugaan penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama. (NET/Athif)

Dalam kasus penodaan agama dengan terdakwa Ahok, Rizieq mengaku dua kali diperiksa penyidik Bareskrim Polri pada tanggal 3 November dan 23 November 2016. Rizieq juga menyaksikan cuplikan pernyataan Ahok di Kepulauan Seribu melalui rekaman video.

Ahok diduga melakukan penodaan agama atas pidatonya yang menyinggung Surat Al Maidah ayat 51 saat melakukan kunjungan kerja di Pulau Pramuka pada 27 September 2016. Atas kasus ini, Ahok didakwa Pasal 156 dan Pasal 156a Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

MELISSA LOLINDU | ATHIF AIMAN

1

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments