hero
Anak-anak tertawa riang usai mengikuti kegiatan sekolah. (ANTARA)

EDITOR : OCTOBRYAN

27 Februari 2017, 16:55 WIB

INDONESIA

Presiden Joko Widodo menerima kunjungan Utusan Khusus Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-bangsa bidang antikekerasan Terhadap Anak Marta Santos Pais di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 27 Februari 2017.

Terkait hal tersebut, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Anak Yohana Yembise mengatakan, UNICEF mengapresiasi penanganan kekerasan terhadap anak di Indonesia.

Utusan Khusus Sekjen Perserikatan Bangsa Bangsa bidang Kekerasan Terhadap Anak Marta Santos Pais menyampaikan keterangan usai bertemu Presiden Joko Widodo di Jakarta. (ANTARA)

"Perwakilan mereka sangat menghargai konsep yang dilakukan Indonesia soal perlindungan dan pencegahan kekerasan pada anak," ujar Yohana.

Yohana menjelaskan, program antikekerasan yang telah dilaksanakan pemerintah Indonesia layak diterapkan di negara lain. Keberhasilan itu, kata Yohana, merupakan hasil sinergitas antar kementerian.

"Penanganan kekerasan anak melibatkan berbagai pihak, sebut saja Kementerian Pendidikan dan Kementerian Sosial yang selama ini menjembatani masalah tersebut," tambahnya.

Utusan Khusus Sekjen Perserikatan Bangsa Bangsa bidang Kekerasan berjalan di Kompleks Istana usai bertemu Presiden Joko Widodo. (ANTARA)

Selain memberikan apresiasi, dalam pertemuan tersebut, UNICEF ingin mengundang Jokowi untuk hadir dalam pertemuan di New York Juli mendatang terkait pembahasan agenda pembangunan berkelanjutan mengenai misi perlindungan anak-anak di dunia. 

"Dengan program ini Indonesia sudah terlibat dalam proteksi anak-anak secara global," tambah Yohana.

Data kasus kekerasan terhadap anak. (KPAI)

Tak hanya pencegahan kekerasan terhadap anak, UNICEF juga membicarakan mengenai pernikahan usia dini yang masih sering ditemukan di Indonesia. 

Maraknya pernikahan usia dini dinilai berkontribusi pada tingginya angka kematian ibu. Karena itu, pendewasaan usia pernikahan dan pembekalan pengetahuan kesehatan reproduksi mesti dilakukan.

"Mereka ingin kami membuat peraturan tentang bagaimana mengakhiri polemik pernikahan usia muda terutama di daerah-daerah tertentu yang memiliki kebiasaan tersebut," pungkas Yohana.

TANIA FRANSISCA | YUSUF REZA

1

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments