hero
Presiden Joko Widodo di keramba jaring apung Waiheru, Ambon, Kamis, 9 Februari 2017. (Humas Kementerian Kelautan dan Perikanan)

EDITOR : OCTOBRYAN

22 Februari 2017, 13:10 WIB

AMBON, INDONESIA

Pemerintah memberi perhatian pada upaya menjadikan Maluku sebagai lumbung ikan nasional. Hal itu tercermin saat Presiden Joko Widodo mengunjungi keramba jaring apung di Weiharu, sekitar 10 KM dari Kota Ambon, Kamis, 9 Februari 2017.

Keramba ikan ini merupakan salah satu cara Pangdam XVI Pattimura Mayor Jenderal Doni Monardo untuk meningkatkan hasil panen ikan nelayan. 

Cara pendekatan ke masyarakat melalui program "Emas Biru" ini rupanya mendapat apresiasi Jokowi. 

Warga menggunakan keramba jaring ikan untuk meningkatkan panen ikan. (ISTIMEWA)  

Presiden memastikan akan menyiapkan payung hukum berupa Keputusan Menteri atau Keputusan Presiden agar keramba yang berisikan ikan berbagai jenis itu bisa diperluas hingga ke daerah lain.

Kodam XVI Pattimura sendiri memiliki 96 kotak jaring apung, dengan rincian 76 kotak berada di keramba Waiheru, dan 20 kotak lainnya tersebar di beberapa desa di Ambon.

Presiden Joko Widodo kunjungi keramba jaring apung. (ISTIMEWA)

Sementara, untuk di luar Ambon juga terdapat 54 kotak yang tersebar di Saparua, Nusa Laut, dan Pulau Seram. 

Selain "Emas Biru", Kodam XVI Pattimura juga mempunyai program "Emas Hijau" yang meliputi  meliputi peningkatan hasil pertanian, kehutanan, peternakan dan budidaya.

Penanaman ribuan tanaman produksi dengan memanfaatkan lahan tidur seluas 48 hektare dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan warga. Tidak hanya itu, lahan tersebut juga akan dikelola menjadi bumi perkemahan dan lokasi agro wisata. 

Ibu negara Iriana Jokowi dan Menko PMK Puan Maharani melihat hasil pengrajin kerang. (ISTIMEWA) 

Dua program ini sendiri digagas Kodam XVI Pattimura sebagai bentuk pemberdayaan warga Maluku pascakonflik yang pernah melanda wilayah ini.

Dalam kunjungan hari kedua di Maluku, Presiden Jokowi juga menghadiri puncak peringatan Hari Pers Nasional 2017 di Lapangan Mapolda Maluku dan meninjau proyek PLTU 2 x 15 Megawatt di Desa Wai, Tolehu, Maluku Tengah yang mangkrak sejak 2014.

TIM LIPUTAN

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments