hero
Ribuan massa aksi 212 penuhi Gedung DPR. (NET/Marcell)

EDITOR : OCTOBRYAN

21 Februari 2017, 14:10 WIB

DKI JAKARTA, INDONESIA

Peserta aksi 212 jilid 2 padati Gedung DPR/MPR RI hingga persimpangan jembatan Jakarta Convention Center, Jakarta Pusat, Selasa, 17 Februari 2017. 

Mereka menuntut Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dinonaktifkan karena berstatus sebagai terdakwa dalam kasus dugaan penodaan agama.

Peserta aksi 212 menuntut BAsuki Tjahaja Purnama dinonaktifkan menjadi Gubernur DKI Jakarta. (NET/Willy)

"Kami melakukan aksi karena merasa kasus Ahok menyita banyak waktu dan biaya," ujar Sekretaris Jenderal Forum Umat Islam Muhammad Al-Khaththath saat bermediasi dengan Komisi III DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa, 21 Januari 2017.

Dalam mediasi yang dihadiri oleh Ketua Komisi Hukum Bambang Soesatyo itu, Al-Khaththath menilai, pembiaran terhadap Ahok akan membuka peluang mantan Bupati Belitung Timur itu untuk mengulangi perbuatannya.

Pimpinan Komisi III DPR menerima peserta aksi 212 di Gedung Parlemen. (NET/Willi)

"Kami akan tetap menyampaikan aspirasi ini sampai Ahok kemudian ditahan," tambahnya.

Tidak hanya mempermasalahkan Ahok, Al-Khaththath juga mengkritisi kepolisian soal dugaan kriminalisasi yang dialami beberapa ulama seperti Rizieq Shihab yang berhadapan dengan 12 kasus hukum dan Ketua GNPF Bachtiar Nasir yang dituduh melakukan pidana pencucian uang dalam aksi bela Islam I dan II.

Sekretaris Jenderal Forum Umat Islam Muhammad Al-Khaththath tanyakan kasus Ahok kepada pimpinan Komisi III DPR . (NET/Willi)

"Terdapat kriminalisasi yang luar biasa terhadap mereka, kami lihat ini semakin aneh," tegas Al-Khaththath.

Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Pusat Persaudaraan Muslimin Indonesia Usamah Hisyam membantah jika aksi tersebut bermuatan politik. Aksi ini, kata dia, berlandaskan perjuangan penegakan hukum di Indonesia.

Peserta aksi 212 berkumpul di depan gerbang DPR RI Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat. (Istimewa)

"Keliru kalau aksi ini dianggap aksi politik. Kalau aksi politik tidak mungkin saudara-saudara kita datang dari berbagai daerah kemari," ujarnya.

Ribuan massa masih terus berorasi di depan pintu gerbang DPR, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat. Akibat aksi tersebut, lalu lintas terpaksa dialihkan melalui jalan tol dan pelayanan Koridor IX Transjakarta tidak beroperasi sementara.

Petugas kepolisian lakukan apel pengamanan aksi 212 di Gedung DPR RI, Jakarta. (ANTARA)

Massa juga sempat menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya secara bersama-sama serta melantunkan doa dan takbir.

SYARIFAH RAHMA | PRITA KUSUMA

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments