hero
Kepala BNN Budi Waseso (kiri) berbicang dengan Jaksa Agung Muhammad Prasetyo usai penandatanganan serah terima aset. (ANTARA)

EDITOR : OCTOBRYAN

20 Februari 2017, 16:20 WIB

DKI JAKARTA, INDONESIA

Badan Narkotika Nasional menjadikan rumah terpidana kasus narkotika Pony Tjandra sebagai kantor operasional. Bangunan berlantai tiga di kawasan Pantai Mutiara, Pluit, Jakarta Utara ini diserahterimakan Kejaksaan Agung untuk pemberantasan narkotika di wilayah Jakarta Utara.

Kepala BNN Komisaris Jenderal Budi Waseso mengatakan, sindikat narkotika memanfaatkan pelabuhan 'tikus' yang banyak tersebar di Indonesia untuk memasukkan narkotika dari luar negeri.

"Salah satunya ialah tempat ini. Rumah ini strategis menghadap laut, kami akan gunakan nanti sebagai kantor pengawasan," ujar Buwas, Senin, 20 Februari 2017.

Kepala BNN Budi Waseso dan Jaksa Agung Muhammad Prasetyo (kanan) menandatangi nota kesepakatan peralihan aset di Jakarta. (ANTARA)

Buwas menjelaskan, untuk mengatasi minimnya anggaran negara dalam pembangunan kantor perwakilan BNN Kota dan Propinsi di Indonesia, ia menggunakan istilah 'uang setan dipakai untuk pemberantasan setan'. Menurutnya, hal tersebut wajar dilakukan asal prosedur pengalihan aset itu sesuai peruntukan.

"Kami minta kepada Kejaksaan Agung untuk membicarakan ini kepada kementerian terkait. Alhamdulillah, disetujui," jelas Buwas.

Selain rumah mewah yang memiliki fasilitas dermaga mini untuk kapal cepat, BNN dan Kejaksaan Agung juga setuju melakukan serah terima aset bandar narkotika lain seperti di Bogor dan Bekasi.

Kejagung memastikan aset bandar narkotika yang ditangkap BNN bisa diserahterimakan. (ANTARA)

"Di Bogor akan kami buat laboratorium, sedangkan Bekasi kami jadikan kantor BNN daerah," ujarnya.

Sementara itu, Jaksa Agung Muhammad Prasetyo mendukung langkah Buwas untuk mencegah peredaran narkotika. Ia memastikan, aset sitaan dari bandar narkotika yang ditangkap BNN berupa rumah atau ruko bisa diserahterimakan. 

Hal tersebut dapat dimungkinkan dengan kerja sama antara institusi terkait, seperti BNN, Kementerian Keuangan, Kejaksaan, Ditjen Bea dan Cukai, Polri, dan TNI dalam meminimalisasi penyalahgunaan dan peredaran narkotika.

BNN tangkap penyelundup narkotika shabu 3,2 kilogram di Surabaya. (ANTARA) 

"Asalkan prosedurnya benar, serah terima barang milik negara yang seharusnya dilelang dan menjadi penerimaan pemerintah bisa diserahkan ke BNN," jelas Prasetyo.

Sebelumnya, rumah mewah itu merupakan milik Pony Tjandra yang kini telah mendekam di LP Cipinang. Pria 47 tahun itu merupakan bandar narkoba kelas kakap dengan omzet Rp 600 miliar. Selain kasus Narkotika, dia juga terlibat kasus pencucian uang.

Pony tertangkap di rumahnya pada 25 September 2014. Selain rumah di Komplek Pantai Mutiara, BNN juga menyita aset-aset Pony lainnya, seperti 1 unit rumah di Cempaka Baru Kemayoran, 1 unit mobil Jaguar, 1 unit mobil Honda Odysey, 2 unit jet ski, dan 3 unit motor Harley Davidson.

AVILA RIA | GALUH RAHMAT

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments