hero
Ronald Coyne, mahasiswa Cambridge yang bakar uang. (DAILYMAIL)

EDITOR : TITO SIANIPAR

12 Februari 2017, 08:10 WIB

INGGRIS

Seorang mahasiswa University of Cambridge Ronald Coyne dicerca akibat perbuatan konyolnya. Ia membakar uang 20 Poundsterling di hadapan seorang pengemis.

"Saya merasa terhina dengan kejadian itu," kata Sandra McLaughlin, ibu Ronald Coyne, seperti dikutip dari laman Daily Mail, Kamis, 9 Februari 2017. "Saya tidak mengenali perbuatan putra saya itu," ujar perempuan 46 tahun itu.

Kejadian Ronald membakar uang senilai sekitar Rp 330 ribu itu berlangsung pada Kamis, 2 Februari 2017 dinihari. Peristiwa yang terekam dalam video itu menyebar di aplikasi Snapchat kampusnya.

Di video, Ronald terlihat memegang uang kertas pecahan 20 Poundsterling dan berusaha menyalakan korek untuk membakarnya. Sementara si tunawisma hanya tertegun di pelataran pertokoan Cotswold, Cambridge, Inggris.

Adegan dalam video. (DAILYMAIL)

Ketika itu, Ronald mengenakan jas hitam dengan dasi kupu-kupu putih. Dalam video terdengar Ronald sempat berucap, "Ini tempat penampungan para tunawisma."

Tindak tanduk mahasiswa hukum itu membuat malu keluarganya. "Saya tidak mengerti kenapa dia bisa melakukan sesuatu yang sangat tidak berotak dan kejam itu," kata Sandra.

Bahkan Sandra mengungkapkan, Ronald pernah terlibat sebagai sukarelawan pada penampungan tunawiswa Stockbridge di Edinburgh ketika masih sekolah. "Insiden itu sama sekali bukan karakter dia," ujarnya.

Tunawisma dalam video viral tersebut. (DAILYMAIL)

Organisasi Cambridge University Conservative Association (CUCA) langsung mengeluarkan Ronald dari keanggotaan. "Tidak ada ruang bagi orang yang berprilaku congkak seperti itu di perkumpulan kami," ujar pengurus CUCA.

Tak sampai di situ, beberapa orang yang murka akibat prilakunya membuat petisi di Change.org agar kampus mengeluarkan dia. Petisi lain juga dibuat menyuarakan hal yang sama.

Insiden itu berimplikasi besar bagi Ronald. Ia kemudian menghapus semua akun media sosialnya di Facebook, Twitter, LinkedIn, termasuk menyembunyikan akun Instagramnya.

Profil Ronald di buku tahunan almamaternya sekolah Stewart's Melville. (DAILYMAIL

Selain itu, Ronald juga menunjukkan penyesalannya dengan melakukan amal. Ia keluar malam bersama teman-temannya untuk membagikan teh, kopi, dan roti isi bagi para tunawisma.

"Dia berbicara kepada kami setelah kejadian dan mengatakan apa yang dilakukannya adalah sesuatu yang bodoh dan menyesal melakukan hal itu," kata Sandra.

DAILY MAIL | THE SUN

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments