hero
Mantan Ketua KPK Antasari Azhar meninggalkan Polda Metro Jaya. (ANTARA)

EDITOR : OCTOBRYAN

9 Februari 2017, 15:30 WIB

JAKARTA, INDONESIA

Antasari Azhar terus mendesak Kepolisian Daerah Metro Jaya untuk mengusut pesan singkat misterius yang dilaporkannya tahun 2011 silam.

Menanggapi tuntutan itu Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Mochamad Iriawan mengatakan pihaknya kesulitan memenuhi tuntutan mantan Ketua KPK tersebut. Pasalnya, penelusuran sms itu tidak bisa dilakukan tanpa disertai perangkat telepon genggam.

Mantan Ketua KPK Antasari Azhar datangi Polda Metro Jaya. (ANTARA) 

"Teleponnya tidak ada, kan harus ada bukti itu untuk didalami oleh tim cyber," ujar Iriawan di Mapolda Metro Jaya, Kamis, 9 Februari 2017.

Iriawan menjelaskan, ketika melaporkan kejadian tersebut, Antasari hanya melampirkan salinan bukti pesan singkat tanpa bisa menunjukkan bukti lainnya.

Antasari Azhar pada saat menghadiri ulang tahun Megawati Soekarnoputri, Senin, 23 Januari 2017. (ANTARA)

SMS tersebut dipertanyakan oleh Antasari karena ia merasa tidak pernah mengirimkannya kepada almarhum Nasrudin Zulkarnaen. 

SMS berisi pesan "maaf mas, masalah ini cukup kita berdua saja yang tahu. Kalau sampai ter-blow up, tahu konsekuensinya" itu kemudian yang menggiringnya ke dalam bui atas tuduhan pembunuhan Nasrudin.

Kuasa hukum Antasri Azhar, Bonyamin Saiman menunjukkan salinan putusan Grasi ke PN Jakarta Selatan. (NET/Octa)

"Itu kemarin sudah saya tanyakan, barang buktinya tidak ada, yang dikasih hanya print out, oleh sebab itu sudah SP3, praperadilan, kalah lagi," jelas Iriawan.

Iriawan melanjutkan, pesan singkat yang dipersoalkan itu tidak ada kaitannya dengan kasus pembunuhan yang menjerat Antasari.

"Jadi saya pikir itu tidak ada kaitan dengan substansi beliau yang dikenakan pidana. Jadi sudah selesai, sudah pidana, sudah kasasi, sudah PK, sudah selesai," kata Iriawan yang menjabat sebagai Direktur Kriminal Umum Polda Metro Jaya saat kasus itu bergulir.

BACA JUGA:
Kasus SMS Antasari Azhar Jalan di Tempat
Antasari Azhar Tagih Janji ke Polisi
Jokowi Kabulkan Grasi Antasari Azhar
Begini Jalan Panjang Kasus Antasari Azhar

Sebelumnya, Antasari dituduh terlibat pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen pada 2009, Antasari dinilai bersalah di semua tingkatan hukum. Dari 3 hakim tingkat pertama, 3 hakim tingkat banding, dan 8 hakim agung.

Setelah itu, Antasari harus hidup di balik terali besi. Karena berperilaku baik, ia kemudian mendapatkan bebas bersyarat tepat pada Hari Pahlawan 2016. Permohonan Grasinya pun ditandatangani 23 Januari 2017 oleh Presiden Joko Widodo. 

Hukuman Antasari dikurangi dari 18 tahun penjara menjadi 12 tahun. Setelah dikurangi remisi, Antasari Azhar kini bebas murni.

WIBISONO NOTODIRDJO | GALUH RAHMAT

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments