hero
Gubenur DKI Jakarta non aktif Basuki Tjahaja Purnama dalam persidangan. (NET)

EDITOR : OCTOBRYAN

7 Februari 2017, 10:05 WIB

DKI JAKARTA, INDONESIA

Sidang perkara dugaan penodaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok kembali digelar di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Selasa, 7 Februari 2017.

Pada sidang ke-9 ini, jaksa penuntut umum menghadirkan saksi-saksi yaitu dua nelayan bernama Jaenudin alias Panel dan Sahbudin alias Deni. 

Mereka merupakan nelayan yang menghadiri acara sosialisasi budidaya ikan kerapu di Tempat Pelelangan Ikan Pulau Pramuka tempat Ahok diduga melakukan penodaan agama. Seharusnya, keduanya bersaksi pada persidangan Selasa pekan lalu. Hanya saja, mereka tak datang.

Suasana sidang Basuki Tjahaja Purnama di Auditorium Kementerian Pertanian. (NET)

"Dua orang itu adalah prioritas sebagai saksi fakta yang melihat kejadian tersebut," ujar Jaksa Ali Mukartono sebelum persidangan.

Selain dua nelayan, jaksa juga menghadirkan seorang saksi ahli bernama Hamdan Rasyid. Dosen Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah ini adalah anggota Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia. Ini adalah kedua kalinya jaksa menghadirkan saksi ahli dari MUI.

Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia Hamdan Rasyid jadi saksi dalam persidangan. (NET/Melisa)

"Beliau akan menjelaskan dasar penetapan Komisi Fatwa MUI soal pendapat keagamaan," tambah Ali.

Tidak hanya itu, Jaksa juga memanggil saksi ahli lain yaitu Muhammad Nuh yang merupakan ahli digital forensik dari Pusat Laboratorium Forensik Mabes Polri.

BACA JUGA:
Ahok Keberatan dengan Kesaksian Ketua MUI
Ahok Minta Maaf ke Ma'ruf Amin
Semua Bantah Ada Penyadapan SBY
Istana Bantah Sadap SBY

"Jadi lengkap, karena ini dimensinya agama, hukum, dan bahasa, harus ada semua," pungkasnya.

Sementara itu, arus lalu lintas di depan Gedung Kementerian Pertanian Jakarta tepatnya di Jalan RM Harsono yang mengarah ke Ragunan sudah ditutup pihak kepolisian baik jalur umum maupun jalur Bus Transjakarta.

Ahok diduga melakukan penodaan agama atas pidatonya yang nenyinggung Surat Al Maidah ayat 51 saat melakukan kunjungan kerja di Pulau Pramuka pada 27 September 2016. Atas kasus ini, Ahok didakwa Pasal 156 dan Pasal 156a Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

MELLISA LOLINDU

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments