hero
Dahlan Iskan (kanan) menjalani sidang lanjutan kasus dugaan korupsi pelepasan aset PT PWU Jatim, di Pengadilan Tipikor Surabaya. (ANTARA)

EDITOR : OCTOBRYAN

6 Februari 2017, 13:15 WIB

JAWA TIMUR, INDONESIA

Mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan tidak penuhi panggilan penyidik Kejaksaan Agung dalam pemeriksaan kasus dugaan korupsi mobil listrik di Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Senin, 6 Februari 2017.

Melalui keluarganya, Dahlan mengirim surat pemberitahuan tidak dapat memenuhi permintaan penyidik yang akan memeriksanya sebagai tersangka dalam kasus yang merugikan negara sebesar Rp 32 miliar tersebut.

“Pak Dahlan memang dalam kondisi kurang sehat beberapa hari terakhir karena demam,” ujar Miratul Mukminin usai menyampaikan surat ke Kejati Jatim, Senin, 6 Februari 2017.

Miratul Mukminin sampaikan surat keterangan dari Dahlan Iskan. (NET/Yudha)

Pihak keluarga Dahlan Iskan, lanjut Miratul, meminta kepada tim penyidik agar menjadwal ulang agenda pemeriksaan.

Di samping itu, ketidakhadiran Dahlan Iskan juga karena sampai hari ini Dahlan belum menunjuk kuasa hukum untuk kasus mobil listrik tersebut. Miratul juga menyebutkan jika surat pemanggilan yang diterima berupa faksimile bukan surat asli.

Dahlan Iskan ditetapkan Kejati Jatim sebagai tahanan kota. (NET/Yudha)

"Beberapa hal itu kami sampaikan kepada penyidik," jelas pria yang akrab dipanggil Gus Amik ini.

Permohonan itu kemudian ditanggapi oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur Maruli Hutagalung. Ia mengatakan, pihaknya akan merespon permasalahan yang disampaikan oleh Dahlan Iskan. 

Kejaksaan juga menetapkan Dahlan Iskan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi penjualan BUMD Jawa Timur. (NET/Yudha)

"Untuk keterangan sakitnya kami penuhi, sementara pemeriksaan masih dilakukan di Kejati Jatim," ujar maruli

Meski demikian, ia berharap Dahlan kooperatif dalam pemeriksaan yang akan dilakukan oleh lima orang penyidik dari Kejaksaan Agung.

"Kami harap begitu, beliau juga kan tahanan kota, jadi tidak bisa keluar Surabaya," pungkasnya.

Mobil listrik Dahlan Iskan disita Kejaksaan Agung. (NET)

Sebelumnya Kejaksaan Agung menetapkan Dahlan Iskan sebagai tersangka korupsi pengadaan 16 unit mobil listrik jenis mikrobus dan bus eksekutif pada 26 Januari 2017.

Jaksa Agung M. Prasetyo mengatakan dasar penetapan tersangka Dahlan Iskan ialah putusan Mahkamah Agung yang menyatakan tersangka Dasep Ahmadi, pemilik PT Sarimas Ahmadi Pratama selaku pembuat mobil listrik, terbukti korupsi bersama-sama sesuai dengan dakwaan primer.

Mobil listrik jenis microbus diamankan Kejagung. (NET)

Mobil elektrik jenis mikrobus dan bus eksekutif itu awalnya akan dipamerkan dan dijadikan kendaraan resmi Konferensi Tingkat Tinggi Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) XXI pada 2013.

Dahlan menawarkan pendanaan proyek itu kepada PT BRI, PT PGN, dan PT Pertamina, yang kemudian mengucurkan dana Rp 32 miliar.

BACA JUGA:
Dahlan Iskan Bantah Suap Brotoseno
Dahlan Iskan Berstatus Tahanan Kota
Dahlan Iskan Dapat Simpati Wakil Presiden
Begini Kondisi Dahlan Iskan Pasca Ditahan

Dalam pelaksanaan proyek, Dahlan menunjuk Dasep Ahmadi, pemilik PT Sarimas Ahmadi Pratama, sebagai pembuat mobil.

Namun, berdasarkan hitungan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan, perbuatan Dasep dan Dahlan membuat negara rugi Rp 28,99 miliar karena mobil tak bisa dipakai.

Dahlan dikenai Pasal 2 dan Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

YUDHA WARDANA

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments